Selasa, 6 Desember 22

Pencarian Korban Banjir dan Longsor Jateng Dilakukan Hingga 7 Hari Mendatang

“Tim Gabungan dari BPBD bersama TNI/POLRI, Badan SAR, SKPD dan masyarakat akan melakukan upaya pencarian korban…”

Jakarta – Mengingat cuaca masih berpotensi hujan, Pencarian korban banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah, yang terjadi pada Sabtu (18/6) lalu, akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan.

“Tim Gabungan dari BPBD bersama TNI/POLRI, Badan SAR, SKPD dan masyarakat akan melakukan upaya pencarian korban dengan prioritas lokasi pada Desa Caok dan Desa Donorati, Purworejo,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam siaran persnya Senin (20/6) siang.

Sebagaimana diketahui, jumlah korban akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah hingga Minggu (19/6) pukul 17.30 Wib adalah 35 orang tewas, 25 orang hilang, 14 orang luka-luka. Selain itu, ratusan rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah

BNPB akan memprioritaskan penanganan pada korban hilang, rumah yang hancur akibat kejadian ini akan mendapat bantuan melalui program pemerintah.

“Masyarakat yang masih tinggal di wilayah rawan dan terancam longsor akan direlokasi secepatnya. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan Bupati setempat di Kebumen, Banjarnegara dan Purworejo,” kata Kepala BNPB Willem Rampingalei seperti dikutip Sutopo.

Selain itu, ahli waris korban longsor juga akan mendapatkan santunan dukacita dari Kementerian Sosial dan Kepala Daerah.

Saat ini (Senin, 20/6), lanjut Sutopo, data korban longsor mencapai 43 orang tewas dan 19 orang hilang. Ia menegaskan, pendataan masih terus dilakukan, dan pemenuhan kebutuhan korban longsor dan banjir terus dilakukan baik dari perbekalan dan logistic serta peralatan kebutuhan dasar.

Mengenai pendampingan administrasi dan managerial, menurut Sutopo, juga dilakukan oleh BNPB kepada daerah. Sementara status tanggap darurat hingga kini masih belum ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Bupati dan walikota diwilayah terdampak masih mampu menjadi penanggungjawab penanganan bencana, Pemerintah Provinsi  Jawa Tengah dan Pusat terus memberikan pendampingan,” pungkas Sutopo.

Berdasarkan informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera, Jawa, Maluku hingga Papua masih berpotensi tinggi terjadi hujan. BNPB telah menginstruksikan kepada BPBD bersama lembaga terkait didaerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait