Jumat, 9 Desember 22

Pencarian Dihentikan, 4 Orang Masih Tertimbun Longsor

Bengkulu – Pencarian 4 korban longsor yang masih tertimbun di lokasi pengeboran gas geothermal di Desa Mubai dan Desa Lokasari, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Bengkulu untuk sementara dihentikan pada Kamis (28/4/2016) sore karena cuaca buruk yaitu hujan deras dan angin. Lokasi juga digenangi air luapan bendungan di Cluster A milik PT. Pertamina Geothermal Energy yang jebol diterjang material longsor.

Seluruh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PT PGE, SKPD dan lainnya turun ke Tubei.

Menurut Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebong, Warjito, pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari ini, Jumat (29/4/2016), mulai pukul 06.00 WIB. Sebanyak 6 unit alat berat jenis excavator milik PT. PGE juga akan dikerahkan.

Hingga saat ini korban longsor tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 4 orang luka-luka dan dirawat di rumah sakit terdekat, dan 4 orang hilang atau diduga masih tertimbun.

Diperkirakan korban yang masih tertimbun adalah atas nama Sarnobi, Bito, Deki, dan Putra Doris.

Dampak lain dari longsor adalah 1 hektar kebun masyarakat rusak, jalan lintas Kabupaten Rejang Lebong ke Kabupaten Lebong tertutup material longsor. BPBD masih terus melakukan pendataan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman banjir, longsor dan puting beliung.

Menurutnya, sebagian besar wilayah di Indonesia dalam kondisi musim pancaroba yang sering ditandai dengan perubahan cuaca yang mendadak. Luruhnya pengaruh El Nino menyebabkan curah hujan meningkat sehingga memicu banjir, longsor dan puting beliung.

Diperkirakan Mei-Juni baru masuk musim kemarau. Jika fenomena La Nina menguat maka akan terjadi kemarau basah. Tidak akan sekering musim kemarau tahun 2015.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait