Senin, 26 September 22

Pemkot Bogor Gelar Kursus Kilat Pembekalan Intelijen Daerah

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar pembinaan intelijen daerah bagi para aparatur sipil wilayah di Gedung Chrysant Harmony Yasmin, Kamis (25/8/2016). Kegiatan itu dilakukan guna melakukan deteksi dan antisipasi dini potensi konflik ditengah masayarakat. Hadir selaku pemberi materi, Kasi Intel Kodim 0606 dan Polresta Bogor.

“Apapun dinamika yang terjadi sehari-hari efeknya secara langsung dapat dirasakan lapisan masyarakat terbawah. Oleh karena itu, aparatur di kelurahan dan kecamatan perlu memiliki kemampuan mengamati setiap dinamika yang terjadi di wilayahnya masing-masing,” kata Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman dalam sambutannya.

Aparatur wilayah sebut Usmar memiliki peran dan fungsi yang strategis. Karena itu, aparatur wilayah perlu dibekali ketrampilan khusus dalam menjalin komunikasi. Pada kegiatan ini para peserta diajarkan tentang cara berpikir dan menyerap persoalan yang timbul guna melakukan langkah pencegahan terjadinya konflik internal, eksternal mau pun sosial.

“Kemampuan berkomunikasi merupakan kunci untuk mengetahui potensi konflik yang ada di masyarakat serta dapat membantu dalam mengambil langkah antisipasi, preventif dan identifikasi sebelum nantinya ditindaklanjuti oleh aparat keamanan,” tutur Usmar.

Pemkot Bogor pada tahun 2010 sebelumnya pernah membentuk Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 11 Tahun 2006. Namun, belakangan terkesan sunyi senyap. Padahal, selain sebagai daerah penyangga ibukota, belakangan ini juga merupakan kota yang menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo karena kesehariannya lebih sering beristirahat di Istana Bogor.

Kominda yang diketuai kepala daerah atau Walikota Bogor ini sejatinya juga memiliki tugas merencanakan, mencari, mengumpulkan, mengkoordinasikan, dan mengkomunikasikan informasi mengenai potensi, gejala, atau peristiwa yang menjadi ancaman stabilitas nasional di daerah. Sebagai informasi, Kominda yang diketuai kepala daerah tersebut beranggotakan Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, Polri, Kejaksaan, Imigrasi, dan Bea Cukai serta Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait