Sabtu, 3 Desember 22

Pemkab Bogor Cueki Perbaikan Infrastruktur, Warga Pindah Kependudukan

BOGOR – Janji Bupati Bogor Nurhayanti akan segera turun tangan mencegah berulangnya banjir yang merendam ratusan rumah dilingkungan perumahan Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri beberapa waktu lalu tidak juga terbukti. Setelah lama dinanti-nanti warga, perbaikan infrastruktur kawasan pemukiman setempat tak juga kunjung tiba.

“Kekecewaan itu yang menjadi pemicu warga lebih baik pindah menjadi warga Kota Bekasi dibanding menjadi warga Kabupaten Bogor. Pasalnya, saat penanangan banjir bantuan justru lebih dulu datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi,” tutur warga Bumi Mutiara, Anwar kepada indeksberita.com, Minggu (22/5/2016).

Masih menurutnya, ratusan masyarakat setempat sudah membubuhkan tanda tangan diatas spanduk panjang sebagai petisi dukungan pindah wilayah ke Kota Bekasi. Dia juga mengklaim niatan warga bergabung menjadi masyarakat Kota Bekasi sudah diketahui dan disampaikan ke Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

“Beberapa tokoh masyarakat sudah menyampaikan pernyataan sikapnya. Artinya, sudah tidak ada lagi keraguan dan sudah satu suara warga Bojongkulur tidak lagi menginginkan menjadi warga Kabupaten Bogor tapi lebih siap bergabung menjadi warga Kota Bekasi,” ucapnya.

Sementara, Bupati Bogor Nurhayanti saat akan dimintai komentarnya melalui telepon, diketahui telepon genggamnya sedang tidak aktif. Pada bagian lain, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bogor, Budi Sembiring mengaku kaget mendengar tuntutan warga yang ingin pindah menjadi warga Kota Bekasi.

“Saya pikir, sangat tidak elok bila warga Bojongkulur menginginkan pindah menjadi warga Kota Bekasi. Kalau pun ada masalah lebih baik dilakukan dialog dulu. Kalau pun merasa pernah kecewa dengan Pemkab Bogor, kenapa tidak menyampaikan aspirasi melalui DPRD Kabupaten Bogor. Kami, kan wakil rakyat dan sudah sepatutnya kami membela kepnetingan mayarakat,” ujarnya.

Budi menyarankan agar warga setempat menempuh jalur konstitusional terlebih dahulu dengan mengadu ke DPRD Kabupaten Bogor. Dia menjanjikan, pihaknya bersedia memfasilitasi. Menurut dia, opsi perpindahan wilayah bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu panjang. Mekanismenya pun nantinya akan melibatkan Kementerian Dalam Negeri.

“Percayakan pada kami di DPRD. Kami akan lakukan upaya pembelaan agar masyarakat bisa merasakan nilai manfaatnya. Terkait keinginan warga Bojongkulur, Gunungputri, Kabuparten Bogor ini kami di dewan akan segera menyikapi,” tandasnya.

Sebagai informasi, kekecewaan warga yang bermukim di perumahan Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten bogor ini berlatarbelakang karena ratusan tempat tinggalnya kerap terendam air akibat meluapnya Sungai Cikeas. Terhitung sejak tahun 2005, warga telah membudayakan tradisi patungan memperbaiki fasilitas umum karena Pemkab Bogor dinilai tutup mata.

Banjir pertama kali melanda pemukiman warga pada tahun 2007. Selanjutnya, banjir kembali merendam ratusan rumah warga setempat pada tahun 2013. Terkini, April 2016 lalu, ribuan rumah warga Perumahan Villa Nusa Indah diterjang banjir. Sejauh ini, warga beranggapan Pemkab Bogor tidak pernah turun tangan melakukan perbaikan dan upaya pencegahan banjir. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait