Sabtu, 10 Desember 22

Pemimpin Gereja Tak Boleh Nyaman dalam Kemiskinan Umat

Pernyataan di atas merupakan salah satu himbauan / rekomendasi dari hasil Sidang MPL PGI (Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia) pada 1 Februari 2014, yang kami terima dari Jeiry Sumampow STh, kepala humas PGI. Himbauan tersebut merupakan bagian dari himbauan dan rekomendasi yang bersifat internal. Rekomendasi lainnya yang ditujukan untuk internal adalah:

Mengembangkan kemampuan dan kesediaan untuk saling berbagi. Serta membangun pola relasi antar gereja yang diarahkan untuk saling melengkapi dan memperkaya, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar pelayan gereja tidak terjebak menjadi tim sukses, dan tidak turut menyuburkan budaya korupsi.

Terakhir, gereja diminta untuk mengembangkan pemahaman agama secara kontekstual. Dan disaat yang sama umat perlu didorong belajar untuk mengenal dan menghormati tradisi agama yang berbeda, serta menghindari cara-cara kekerasan untuk menyikapi perbedaan.

Selain rekomendasi dan himbauan kepada gereja dan umat, MPL PGI mengeluarkan himbauan/rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia secara luas. Rekomendasi dan himbauan tersebut menyangkut:
Penguatan terhadap komitmen pruralisme dan semangat kebangsaan, serta upaya penegakan hukum untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Sidang MPL PGI juga mendukung usaha mengatasi aksi terorisme secara cepat untuk memberikan rasa aman pada masyarakat, tanpa diliputi sikap arogan dan represif. Mendukung revolusi mental yang dicanangkan presiden Joko Widodo, yang merupakan inti dari perubahan budi dan pertobatan secara terus menerus.

Serta mendukung pemberantasan korupsi/KPK, menjunjung politik Moral, upaya pemberantasan narkoba secara tegas, serta pengembangan wisata dan menjaga kelestarian alam.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait