Kamis, 7 Juli 22

Pemilihan Gubernur Jawa Timur Bakal Diwarnai Bintang

Surabaya- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang bakal digelar 2018 mendatang, bakal diwarnai bintang.

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi Kusman Ph.D menyebut, ada empat nama berdasar analisa yang dikumpulkan, sejak Agustus 2016 hingga 26 Februari 2017.

Secara eksplisit ia mengatakan, Syaifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini dan Azwar Anas. “Keempat nama ini merupakan tokoh yang sudah mulai difavoritkan oleh masyarakat Jawa Timur, “ kata Airlangga yang juga Direktur The Initiative Institute dalam diskusi di Surabaya, Kamis, (2/3/2017)

Ke empat nama, lanjut Airlangga, sudah menjadi sentiment opinion leader serta tone atas pemberitaan dari media yang beredar.

“Sehingga mampu memperoleh analisa atas trend issue dan ketokohan berdasarkan analisa konten media yang dilakukan The Initiative Institut, “ kata Airlangga.

“Opinion leader kami yang dominan yaitu Syaifulah Yusuf berada pada posisi 33 persen, sedangkan Khofifah Indar Parawansa 15 persen, disusul Tri Rismaharini 32 persen dan Abdullah Azwar Anas 11 persen disusul. Nama tokoh lain dengan nilai kecil 9 persen seperti Halim Iskandar, “ ulas Airlangga.

Kondisi ini terjadi karena banyak kader yang punya elektabilitas mumpuni, mulai dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Menteri Sosial sekaligus mantan calon gubernur Jawa Timur dua periode Khofifah Indar Parawansa.

“Meskipun ada nama khofifah, semua tahu, beliau juga sudah pernah ikut meramaikan dan menjadi kadindat penting dalam 2 Pilgub Jatim (2008 dan 2013),” ujar Airlangga Pribadi.

Dari ke empat nama opinion leader calon gubernur Jawa Timur tersebut tentu memiliki kategori masing masing di isu yang paling sering dibicarakan di sejumlah media.

“Juga dengan potensi dan permasalahan yang harus dihadapi Propinsi Jawa timur antara lain permsalahan agraria, pertambangan, SARA, ekologi, tata ruang dan wilayah,” tutur Airlangga.

Dari ke empat nama tokoh bakal calon gubernur jatim tersebut diatas semuanya memiliki integritas.

“Meskipuan ada selisih tipis antara Gus Ipul dan Risma serta pelaksanaan pilgub masih setahun lebih Bu Risma pun sampai sekarang masih enggan menyatakan maju Pilgub Jatim,” tutur Airlangga.

Diskusi ini memang membahas pemimpin yang layak untuk Jawa Timur yang saat ini masih dalam pemanasan dirasa penting untuk menyiapkan kriteria kepemimpinan di Jawa Timur.

Ini adalah bagian untuk memperkuat literasi politik warga Jawa Timur ditengah potensi ancaman penyebaran sentimen sektarianisme maupun hoax yang jadi trrend menghancurkan kehidupan politik,” papar Airlangga.

Airlangga menegaskan dari ke empat nama tokoh tersebut memiliki kategori pemimpin problem solver, antara lain Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawans, dan Azwar Anas.

Sedangkan untuk solidarity maker, kata Airlangga Pribadi, menurut analisanya memunculkan nama Syaifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawans.

“Namun, untuk kategori pemimpin political capital memunculkan nama Khofifah Indar Parawans Tri Rismaharini dan Syaifullah Yusuf,” pungkas Airlangga.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait