Kamis, 1 Desember 22

Pemerintah Akan Jadikan Perbatasan Sebagai Lumbung Pangan

Saat ini negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Phlipina masih menggantungkan bahan pokok pangan terutama Jagung kepada Indonesia. Bahkan Malaysia tiap tahunnya mengimpor 3 juta ton jagung/ tahun setara dengan Rp.20 triliun. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, yang ingin membangun dari pinggiran, dan menjadikan wilayah perbatasan sebagai penyangga negara, hal ini tentunya juga menjadi peluang besar bagi daerah yang berbatasan dengan Malaysia seperti Kabupten Entikong, Sambas, Nunukan dan Bengkayang untuk dapat mengekspor hasil produksinya. Untuk itu pemerintah akan mendorong terwujudnya lumbung pangan di perbatasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam Rapat Koordinasi Gabungan yang digelar di Kantor Badan Litbang Pertanian, Selasa (9/5/2015).  Untuk itu menurutnya, pemerintah akan membangun daerah perbatasan sebagai lumbung pangan sesuai dengan keunggulan komparatif nya dan sesuai dengan culture masyarakatnya.

“Malaysia dan Filipina senang dengan produksi jagung kita. Sekitar 6-7 juta ton Jagung /tahun kebutuhan dari Negara tersebut, maka 5 kabupaten tersebut harus bisa mengisinya.” tuturnya.

Begitupun dengan Kabupaten-Kabupaten lainya yang berbatasan langsung dengan Negara lain seperti Kabupaten Karimun, Lingga , Merauke, Sambas, Belu dan Malaka, Pemerintah akan menginstruksikan kepada para Kepala Daerahnya untuk mempersiapkan dan membuka wilayahnya seluas-luasnya sebagai gerbang ekspor ke Negara tetangga.

“Jadi saat ini petani tidak usah takut, dulu petani tidak dipertemukan dengan pasarnya, para importir terus mengimpor dan petani juga terus menanam, namun saat ini petani mendapatkan jaminan harga dan pasar dari Pemerintah,” ujar Amran.

Amran melanjutkan bahwa untuk mendukung peningkatan hasil produksi petanian, pemerintah telah menganggarkan bantuan benih unggul sebesar 2 triliun. Namun sebelum itu, Mentan menegaskan bahwa tiap Pemerintah Daerah terkait juga harus terlebih dahulu menjajaki tentang jenis kebutuhan pangan yang dibutuhkan negara tetangga.

“Selain Jagung, komoditas lain yang memiliki peluang untuk dapat di ekspor ke negara tetangga adalah beras organik. Kebutuhan Beras di Negara Malaysia adalah 1,5 juta ton/tahun. Kita harus rebut pasar tersebut, jangan kalah dengan Negara Amerika, Argentina, Thailand atau Vietnam,” tegas Mentan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait