Jumat, 30 September 22

Pemerintah Diminta Fokus atasi Kesenjangan Ekonomi

Bagaimana dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menurut pendukungnya? Apa saja kelebihannya dan apa saja yang harus dibenahi?

Menurut Teddy Wibisana, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), masalah krusial pemerintah di bidang ekonomi adalah bagaimana memperkuat pertumbuhan ekonomi untuk menyerap angkatan kerja baru dan mempersempit kesenjangan ekonomi.

“Sampai saat ini, kesenjangan ekonomi yang dilihat dari gini ratio, masih tinggi, walau usaha untuk menpersempitnya sudah tampak. Dapat dilihat dari gini ratio tahun lalu rata-rata 0.41, pada tahun ini jadi 0.40,” kata Teddy kepada indeksberita.com di Jakarta, Rabu (19/10).

Kelebihan Jokowi, kata Teddy, dia presiden yang mau bekerja keras. Kebijakan ekonominya, yang mengkombinasikan antara pembangunan infrastruktur dan Kredit Usaha Rakyat/KUR, menurut Teddy akan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

“Pembangunan infrastruktur selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara langsung, juga menopang pertumbuhan di sektor lainnya. Ini akan membuat pertumbuhan ekonomi semakin kokoh. Sentuhan KUR adalah upaya membangun ekonomi kerakyatan, untuk mempersempit kesenjangan” urainya.

Dalam bidang politik, Teddy melihat kekuatan politik semakin terkonsolidasi. Peta dukungan terhadap pemerintah semakin kuat. Kondisi ini dinilainya baik, tetapi bisa juga menjadi buruk. Baik atau buruknya ini berkaitan dengan upaya untuk perbaikan kedepannya.

“Semakin kuatnya parlemen yang mendukung pemerintahan, akan membuat stabilitas semakin kokoh sehingga pembangunan akan berjalan dengan baik. Tapi kritik akan semakin sayup terdengar. Padahal kritik dibutuhkan untuk perbaikan kedepannya, Jadi kondisi ini harus diimbangi dengan kepekaan lebih untuk mau mendengar kritik,” ujarnya.

“Nah peran pendukung, selain menyampaikan program-program pemerintah ke masyarakat, juga harus menyampaikan kritik dan masukan yang sudah semakin sayup tadi,” pungkas Teddy.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait