Jumat, 1 Juli 22

Pembukaan IIMS, Presiden Apresiasi Peningkatan Ekspor Komponen Otomotif Nasional Sebesar 13 Kal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi atas peningkatan angka ekspor komponen industri otomotif nasional. Hal tersebut dikatakannya dalam Pembukaan IIMS (Indonesia International Motor Show) 2018, pada Kamis, 19 April 2018.

Presiden berharap, perkembangan industri otomotif di Indonesia akan berbanding lurus dengan peningkatan lapangan kerja. “Ini juga akan membuka lapangan pekerjaan yang besar sekali terutama bagi industri industri menengah dan kecil yang memproduksi komponen,” tuturnya.

Presidem meyakini bahwa dengan harga yang kompetitif, kita mampu mengekspor komponen bukan hanya ke negara-negara ASEAN, juga di luar ASEAN. “Kalau harganya kompetitif saya kira akan bisa keluar dari ASEAN ekspornya,” ucapnya.

Event Indonesia Internasional Motor Show
Event Indonesia Internasional Motor Show

Pemerintah sendiri akan terus memberikan dukungan dan dorongan agar industri otomotif Tanah Air dapat berkembang lebih pesat. Sejumlah upaya penyederhanaan regulasi dan sejumlah insentif serta penyiapan infrastruktur akan terus diusahakan.

Presiden Joko Widodo mengaku tidak percaya apabila industri otomotif akan meredup ketika revolusi industri 4.0 terjadi. Menurutnya, hal yang akan terjadi pada industri otomotif malah sebaliknya.

“Kalau yang pesimis, saya tidak percaya. Saya percaya dalam revolusi industri 4.0, pertumbuhan sektor industri otomotif akan melonjak,” tegasnya.

Pada pembukaan IIMS (19/4) Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga Sutanto melihat stand mobil pedesaan (dokumen)
Pada pembukaan IIMS (19/4) Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga Sutanto melihat stand mobil pedesaan (dokumen)

Di tempat yang sama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, industri otomotif di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan itu, ditunjukan dengan kenaikan jumlah ekspor komponen kendaraan hingga 13 kali lipat.

“0ada tahun 2016 ekapor komponen kita sebesar piecies. Dan menjadi 81 juta pieces tahun 2017. Bahkan ada industri otomotif merek tertentu di Malaysia, komponennya itu 100 persen berasal dari Indonesia,” kata Airlangga.

Menperin menambahkan, peningkatan juga terjadi pada angka produksi kendaraan bermotor roda empat, dari 1,177 juta unit tahun 2016 menjadi 1,216 juta unit tahun 2017. “Pemerintah menargetkan jumlah produksi di tahun 2020 akan meningkat menjadi 1,5 juta unit,” ujarnya.

Menperin Airlangga juga menegaskan, industri otomoti kita berkontribusi 0dalam mengembangkan ekonomi nasional, mengingat selama ini, sektor otomotif menyerap tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang. Tenaga kerja tersebut terdistribusi pada berbagai lapangan kerja, mulai dari industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua dan ketiga, sampai di tingkat bengkel resmi, sales, service dan suku cadang.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait