Kamis, 29 September 22

Pembantaian di Klub Khusus Gay di Orlando-Florida Disebut “Insiden Teror Domestik” dan Paling Mematikan Setelah Peristiwa 9/11

Pembantaian di sebuah klub malam khusus gay, Pulse, di Orlando, Negara Bagian Florida, Minggu (12/60 dini hari tadi telah digambarkan sebagai “insiden teror domestik”. Setidaknya 50 orang tewas dan 53 luka-luka, sehingga insiden ini merupakan penembakan massal terburuk dalam sejarah AS dan serangan teror paling mematikan di wilayah AS sejak peristiwa 11 September 2001.

“Ini dapat diklasifikasikan sebagai kejadian teror domestik,” kata Orange County Sheriff Jerry Demings di konferensi pers.

Penembak telah diidentifikasi oleh pejabat setempat sebagai Omar Mateen dari St. Lucie County, Florida. Pelaku adalah seorang warga negara AS dan lahir di AS dari orang tua berdarah Afghanisthan. Menurut seorang penegak hukum, setelah penembakan itu dimulai, ia menelepon 911 dan menyatakan baiat kepada ISIS.

Pendukung ISIS bersorak secara online dan komunike ISIS menyebut penembak sebagai “pejuang”. Namun, seorang pengamat terorisme mengatakan kepada ABC News, tidak ada bukti bahwa ISIS telah mengarahkan atau memiliki pengetahuan sebelumnya tentang serangan itu.

Sementara itu, pada konferensi pers pagi itu dikatakan korban tewas serangan telah meningkat menjadi 50 orang tewas, lebih dua kali lipat dari apa yang telah dilaporkan sebelumnya. Walikota Orlando Buddy Dyer menyatakan hari ini di konferensi pers siang waktu setempat sebagai “hari yang paling sulit dalam sejarah Orlando”.

“Saat ini kami sedang melihat dari semua sudut,” kata seorang pejabat FBI seperti dikutip ABC News. “Kami memiliki pendapat bahwa individu tersebut mungkin memiliki kecenderungan ke arah ideologi tertentu. Tapi sekarang kita tidak dapat mengatakan secara pasti. Jadi kami masih mempelajari segala sesuatunya,” tambahnya.

FBI juga mengatakan Mateen telah “diorganisir dan disiapkan dengan baik”.

Orang tua Mateen lahir di Afghanistan, dan ia berada pada “radar” pejabat AS selama beberapa waktu. “Tapi itu bukan target penyelidikan spesifik,” kata seorang penegak hukum kepada ABC News.

Seorang petugas polisi yang bekerja di klub terlibat tembak-menembak dengan Mateen di luar klub di 02:02. Mateen kemudian masuk klub. Tak lama kemudian situasinya berubah menjadi penyanderaan, ketika Mateen mengambil sandera.

“Dia dipersenjatai dengan senapan serbu, pistol dan ‘beberapa jenis perangkat pada dirinya’,” kata seorang pejabat resmi.

Pada sekitar 05:00, tim SWAT membuat keputusan untuk menyelamatkan para sandera. Penembak itu diketahui tewas dalam baku tembak dengan petugas.

Ada sekitar 320 orang pengunjung di dalam klub pada saat terjadi penembakan.

Selanjutna, pada 5:53 polisi Orlando mengatakan, “penembak dalam klub malam sudah mati”.

Departemen Penegakan Hukum Florida sedang menyelidiki penembakan pagi ini sebagai “aksi terorisme.” Namun nanti akan ditentukan apakah ini “terorisme domestik atau internasional”.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Senin (13/6), Gedung Putih mengatakan, “Pikiran dan doa kami dengan keluarga dan orang yang dicintai korban. Presiden meminta untuk menerima update reguler sebagai FBI, dan para pejabat federal lainnya, bekerja dengan Polisi Orlando untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut, dan diarahkan bahwa pemerintah federal memberikan bantuan apapun yang diperlukan untuk mengejar penyelidikan dan mendukung masyarakat. ”

Presiden Obama menyebut pembantaian ini sebagai “aksi teror dan tindakan kebencian.” Dia pun menyebut Mateen seabagi “seseorang yang penuh dengan kebencian.”

Lebih lanjut Obama menekankan ketahanan orang-orang di negaranya. “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu membawa masyarakat bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, seorang ibu dari Christopher Leinonen, seorang pemuda yang hilang dalam klub pada saat serangan itu, mengatakan “Saya mohon, mari kita semua mencoba untuk menyingkirkan kebencian dan kekerasan,” katanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait