Rabu, 30 November 22

Ini Pelaku Bom di Kampung Melayu yang Diduga ISIS dan Data Korbannya

Polisi berhasil mengungkap dua pelaku bom di Kampung Melayu Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu malam (24/5). Seperti kita ketahui, bom tersebut merupakan 2 buah bom bunuh diri yang diledakan di 2 tempat yang tidak terlalu jauh, pertama terjadi di depan toilet umum, sementara ledakan kedua terjadi di dekat halte Trans Jakarta.

“Pelaku di TKP pertama atas nama Ihwan. Pelaku TKP dua atas nama Ahmad Sukri,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, di Jakarta.

Namun hingga saat ini, polisi belum memberitahukan terkait asal usul pasti terkait jaringan teroris pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu.

“Densus 88 Mabes Polri masih terus bekerja untuk mengusut kasus teror tersebut,” Kata Martinus.

Sementara itu, Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, pihaknya menduga pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, bagian dari kelompok teroris yang terafiliasi ISIS.

“Kalau ditanya jaringan ISIS, ya kemungkinan besar mereka ada hubungan,” ujar Awi di Jakarta, Kamis (26/5).

Sebelumnya, dua pelaku bom bunuh diri meninggal dunia seketika. Dalam peristiwa tersebut, selain dua pelaku tewas, tiga polisi menjadi korban jiwa.

Tiga polisi yang meninggal tersebut adalah Brigadir Satu Polisi (Anumerta) Taufan Tsunami (anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya), Brigadir Satu Polisi (Anumerta) Ridho Setiawan (anggota Unit 1 Peleton 4 Sabhara Polda Metro Jaya) dan Brigadir Satu Polisi (Anumerta) Imam Gilang Adinata (anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya).

Sementara korban yang mengalami luka-luka berjumlah 11 orang yang terdiri dari enam polisi dan lima warga sipil.

Korban luka dari pihak kepolisian yakni Brigadir Dua Polisi Feri (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya), dan Brigadir Dua Polisi Yogi (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya).

Juga Brigadir Dua Polisi Muhamad Fuji Saputra (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya), Brigadir Dua Polisi M Al Agum Pangestu, Brigadir Dua Polisi Zulkron Rian Nugroho, dan Brigadir Dua Polisi Pandu Dwi Laksono.

Sedangkan lima masyarakat sipil luka-luka adalah Agung (supir Kopaja), Damai Sihaloho (supir Mikrolet), Tasdik (karyawan BUMN), Susi (mahasiswi) dan Jihan (mahasiswi).

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait