Kamis, 11 Agustus 22
Beranda Featured PDIP dan Golkar Jajaki Koalisi, Tutup Pintu untuk Ridwan Kamil?

PDIP dan Golkar Jajaki Koalisi, Tutup Pintu untuk Ridwan Kamil?

0

Partai Golkar dan PDI Perjuangan mulai menguatkan kerjasama jelang Pilkada Serentak 2018 mendatang. Pertemuan kedua partai besar ini juga memberikan sinyal, tidak akan membuka pintu kepada Ridwan Kamil meski saat ini dalam berbagi survei selalu berada di posisi puncak. Walikota Bandung yang sudah memastikan diri akan maju sebagai Cagub Jabar baru mengantongi dukungan dari Partai Nasdem yang memiliki 5 kursi.

Dua pengurus DPD Jawa Barat dihadiri Dedi Mulyadi dan TB Hasanudin, Rabu (9/8/2017) siang, menggelar pertemuan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. Hasilnya, kedua partai tersebut sepakat membentuk Tim Lima yang terdiri dari kader-kader Golkar dan PDIP yang bertugas memetakan konstelasi politik di pilkada serentak nanti.

“Pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dan komunikasi politik,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana saat hadiri acara Koperasi Karya Mandiri di Gedung Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, sore tadi.

Politisi PDI Perjuangan yang juga bakal calon (balon) gubernur atau wakil gubernur dan sebelumnya sempat hadir pada pertemuan dua parpol di Bandung tersebut mengatakan, komunikasi politik tersebut hanya membahas tataran Pilkada 16 Kota dan Kabupaten dengan membentuk Tim 5 dari masing-masing parpol.

“Pembahasannya terkait pilkada di 16 kota dan kabupaten yang akan digelar serentak. Terkait figur PDI Perjuangan nantinya DPP yang menentukan,” tukasnya.

Abdi juga menuturkan, dalam pertemuan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jabar di Bandung dihadiri pimpinan kedua DPD yaitu TB Hasanuddin (Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewisundari, Waras Wasisto (anggota DPRD Jabar).
“Sedangkan dari Kubu Golkar hadir Hadi Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Golkar, MQ Iswara Sekretaris Golkar Jabar, Ade Barkah, Ali Hasan, Yod Mintaraga, dan Yomanius Untung,” ujarnya.

Ke-16 kabupaten/kota yang nantinya akan mengikuti Pilkada serentak 2018 adalah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Kuningan, Majalengka, Kabupaten Cirebon, Garut, Ciamis dan Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, Banjar, Kota Bekasi, Kota Cirebon dan Kota Sukabumi.

Terkait Tim 5, sambungnya, terdiri dari kader-kader Golkar dan PDIP yang bertugas memetakan konstelasi politik di pilkada serentak nanti.

“Diskusi ini akan terus dimatangkan konstruksinya untuk pengabdian Jawa Barat tanpa menyampingkan keputusan tingkat DPP,” tuntasnya.

Sejauh ini PDI Perjuangan sudah semakin dekat dengan Partai Golkar dan kemungkinan sejalan dengan mendorong Dedi Mulyadi menjadi bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur Jabar. Partai yang jika disatukan memiliki 37 kursi ini dari ketentuan 20 kursi tinggal mencari pasangan Dedi Mulyadi.

PDI Perjuangan Jabar sendiri diketahui sudah mengantongi empat nama yang sudah mendaftar lewat penjaringan yakni, Sekda Jabar Iwa Karniwa, Sekjen DPD PDI Perjuangan Jabar Abdy Yuhana, Bupati Majalengka Sutrisno, dan anggota DPR Puti Guntur Soekarnoputri.

Sebagai informasi, tahapan Pilkada Jawa Barat 2018 akan dimulai pada Agustus 2017 dengan agenda menyiapkan regulasi teknis, sosialisasi, menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pada September 2017 nanti, KPU akan membentuk Badan Penyelenggara Pemilu hingga tingkat kelurahan. Selanjutnya, Oktober 2017, berlanjut pada pemutakhiran data Pilkada dan Desember 2017, penyerahan daftar dukungan.

Sedangkan di Januari 2018, sudah dimulai pendaftaran pasangan calon. Seterusnya, pada Februari 2018, penetapan pasangan calon. Sedangkan pada Maret sampai dengan Juni 2018 di antaranya, penetapan pasangan calon, kampanye dan pengadaan logistik. Sedangkan pada 27 Juni 2018, pemungutan suara. (eko)