Rabu, 29 Juni 22

Pasca Tertangkapnya Terduga Teroris di Nunukan, Danlanal Nunukan Ajak Masyarakat Lebih Waspada

Pasca tertangkapnya terduga Teroris di Nunukan, Reza Nurjamil, pada penghujung tahun 2017 lalu, ahirnya terungkap keterlibatan Reza sebagai Panitia Hijrah Filipina para militan dengan wilayah Pos 2 Nunukan. Terkait hal tersebut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan, Lek Kol Laut (p) Ari Aryono mengungkapkan bahwa itu menjadi bukti bahwa wilayah Kalimantan Utara terutama Nunukan adalah pintu masuk para militan dari luar negeri khusunya militan dari Marawi Filipina.

“Dengan wilayah laut yang luas dan berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, maka Nunukan menjadi pintu masuk teroris dan militan yang berafiliasi kepada ISIS adalah sebuah hal yang sangat memungkinkan,” ujarnya kepada indeksberia.com, Kamis ( 4/1/2018).

Pernyataan Danlanal Nunukan ini menjadi hal yang perlu diseriusi, pasalnya beberapa waktu lalu Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo juga pernah mengungkapkan bahwa Indonesia adalah tujuan terahir ISIS, dan di Filipina mereka hanya singgah.

Karena dari ucapan Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu wilayah Indonesia yang terdekat dengan Filipima adalah Nunukan. Pendapat Danlanal Nunukan dan Gatot Nurmantyo juga diperkuat oleh pernyataan Ali Fauzi (mantan kombatan pejuang Moro) yang pernah mengungkapkan bahwa Nunukan adalah pintu masuk paling aman untuk Militan terutama pelarian dari Filipina.

Militan dari Marawi Filipina melalui Nunukan masuk ke Indonesia, karena mereka telah terdesak oleh Militer Filipina yang telah berhasil merebut Kota Marawi. Dan para militan dari Marawi tersebut, merupakan kelompok militan yang berbaiat kepada ISIS.

Guna mengantisipasi masuknya militan ISIS ke Indonesia lewat Nunukan, Ari mengatakan pihaknya akan menambah jadwal jam Patroli pemgamanan di wilayah perairan perbatasan dan patroli sektor sesuai wilayah kerja di masing-masing Pos AL. Ari memang mengakui jumlah personil TNI AL tidak berbanding lurus dengan luasnya wilayah yang mesti dijaga,namun ia menegaskan itu bukan alasan untuk lemah semangat dalam menjaga kedaulatan NKRI.

“Kita juga akan mengintensifkan komunikasi dengan LO TNI AL yang ada di Filipina dan juga memaksimalkan data dari staf intel TNI AL. Namun yang pasti, ada atau tidaknya ancaman pada kedaulatan negara,kami tetap selalu waspada dan siaga,” paparnya.

Dengan tertangkapnya Reza Nurjamil, Ari juga mengajak masyarakat Nunukan untuk menjadikan sebagai hal pemicu peningkatan kewaspadaan. Karena selain menjadikan Nunukan sebagai jalan,tidak tertutup kemungkinan para teroris juga akan menanamkan faham-fahamnya karena dengan cara itu para militan akan lebih mudah beraksi.

Untuk itu Ari meminta agar masyarakat tidak apatis menjaga lingkungan sekitarnya karena kerjasama antara masyarakat , Pemerintah Daerah dan aparat keamanan adalah benteng terkuat dalam menangkal segala hal yang berpotensi mengusik keamanan dan kedaulatan negara.

Ari juga menghimbau masyarakat terutama para pengguna media sosial agar dapat dengan cerdas menggunakan sarana jejaring sosial untuk hal-hal yang positif. Karena propaganda terdasyat menurutnya dilakukan oleh apara Teroris melalui media sosial yang salah satunya mengadu domba lewat konten-konten hoax dan ujaran kebencian.

“Butuh suatu kerjasama dan selalu koordinasi antar aparat keamanan, satgas intel, pemda dan masyarakat untuk senantiasa bersama-sama waspada terhadap segala kemungkinan. Karena sudah pasti pelaku kejahatan akan melihat celah-celah dan kelengahan aparat dan bagaimana kepedulian masyarakat tentang keamanan untuk aksi mereka,” pungkas Ari.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait