Senin, 27 Juni 22

Pasangan Suami Istri Boss First Travel Divonis 20 Tahun dan 18 Tahun Penjara

Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pasangan suami istri Boss First Travel divonis oleh majelus hakim, masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara. Vonis tersebut diberikan dalam sidang penipuan terhadap jemaah umrah oleh First Travel hari ini, Rabu (30/5),

Dalam putusannya majelis hakim menyatakan bahwa Andika Surachman dan Anniesa telah terbukti secara sah melakukan penipuan dan pencucian uang dari 63.310 calon jemaah umrah dengan menawarkan paket umrah promo seharga Rp 14,3 juta. Pendaftaran mulai dilakukan pada Juni 2015 dan dijanjikan diberangkatkan mulai November 2016 hingga Mei 2017.

Olrh majelis hakim, Andika dan Anniesa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 dan juncto pasal 64. Serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Mengadili, menyatakan terdakwa satu Andika Surachman dan terdakwa dua Anniesa Hasibuan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan pencucian uang. Menjatuhkan hukuman penjara kepada para terdakwa masing-masing 20 tahun dan 18 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Soebandi dalam amar putusanya di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5/2018).

Selain menjatuhkan vonis berupa kurungan, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana denda denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan kepada Andika dan Anniesa.

Hakim tidak melihat adanya hal yang dapat meringankan dari terdakwa Andika. Sedangkan terhadap Annisa, Hakim mempertimbangkan bahwa yang bersangkutan memiliki anak dibawa umur.

Menanggapi vonis tersebut, baik Andika Surachamn dan Aniessa Hasibuan Kedua terdakwa baik Andika dan Anissa terdakwa menyatakan dalam waktu tiga hari akan menentukan sikap menolak atau menerima putusan tersebut. “Saya pikir-pikir dulu nanti dalam tiga hari akan diputuskan,” kata Andika.

Vonis yang dijatuhkan kepada Andika Surachman ini tak jauh berbeda dengan tuntutan Jaksa yang meminta agar kedua terdakwa di tuntut 20 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah yang dibacakan Jakaa pada Senin (7/5/2018) lalu.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait