Rabu, 30 November 22

Partai Demokrat Kota Bogor Kemungkinan Tidak Akan Usung Bima di Pilwakot

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Demokrat (PD) Kota Bogor, Maman Herman menyatakan, saat perhelatan pemilihan walikota (pilwakot) mendatang, Partai Demokrat Kota Bogor kemungkinan besar tidak akan bergandengan tangan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Masih menurutnya, Partai Demokrat Kota Bogor kemungkinan tidak akan mengusung Bima Arya Sugiarto sebagai Walikota Bogor. Hal itu sebagai tanda, Usmar Harimar yang saat ini menjabat wakil walikota dan akan kembali dijagokan PD di pemilukada kedepan bakal berhadapan dengan Bima Arya, kader PAN.

Pernyataan Bapilu PD Kota Bogor tersebut juga sebagai bantahan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan yang sehari sebelumnya di media online ini berharap kader partainya, Usmar Harimar akan kembali bersama Bima Arya di pilwakot 2018.

“Koalisi partai yang tergabung dalam Pandawa Lima (red. PD, Gerindra, PKB, PAN dan PBB) saat mengusung pasangan Bima Arya dan Usmar Hariman, sekarang sudah terpecah saat lahirnya Koalisi Merah Putih (KMP) yang dilakukan Gerindra dengan PKS Kota Bogor beberapa waktu lalu,” kata politisi yang akrab dipangil Maher kepada indeksberita.com, Rabu (17/5/2017).

Karena itu, sambungnya, PD kemungkinan besar akan memisahkan diri.

“Jadi ketika Demokrat pun harus berpisah dengan PAN, tidak masalah karena yang penting kita mampu berkoalisi dengan parpol lain dan mengusung calon walikota dari partai sendiri (red.PD). Ketika bidikan kita jelas dan harus memenangkannya, maka konsekuensi apapun harus dihadapi,” tegasnya.

Masih menurut mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2014, PD disebutnya memiliki modal 5 kursi untuk membangun koalisi dengan partai lain di pilkada saat mengusung cawalkot atau cawawalkot.

“Siapa yang akan jadi F1 atau F2 usungan koalisi dimusyawarahkan bersama anggota koalisi. Ada beragam kajian atau metode ilmiah sebagai bahan acuannya. Tentunya PD dalam koalisi akan mengusulkan Usmar Hariman sebagai inkumben. Tapi, keputusannya tergantung hasil survei dan hasil musyawarah koalisi,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat, Dodi Setiawan saat diwawancarai mengatakan, Bima Arya masih layak didukung partainya.

“Soal itu, nanti akan dibahas setelah proses musda dan muscab selesai, pasca Agustus 2017 mendatang. Saat ini, Bima Arya Sugiarto elektabilitasnya masih teratas. Sedangkan, Usmar Harimar masih merupakan kader terbaik partai. Jadi, saya berharap duet Bima-Usmar akan berlanjut. Namun, bagaimanapun juga, nantinya DPP lah yang akan memutuskan. Dan, siapapun kader partai harus tunduk pada kebijakan siapa yang nantinya dipilih DPP,” jawabnya.

Sebagai informasi, kepengurusan PD Kota Bogor sejak 2012 lalu belum menggelar musyawarah cabang untuk memilih kepengurusan baru. Sebab, musyawarah daerah tingkat propinsi juga belum digelar. Informasi yang diperoleh media online ini, Musda dan Muscab PD akan digelar selambat-lambatnya Agustus 2017 mendatang mengingat waktu pilkada sudah semakin dekat dan untuk menentukan figur yang akan diusung partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait