Rabu, 30 November 22

Partai Demokrat Kota Bogor ingin Kembali Duetkan Bima-Usmar ?

Setelah 5 tahun kepengurusan DPC Partai Demokrat (PD) Kota Bogor demisioner, demikian juga DPD Jawa Barat, selambat-lambatnya Agustus 2017 mendatang Musyawarah Daerah (Musda) propiinsi partai berlambang bintang mercy ini akan digelar. Seterusnya, akan berlanjut Musyawarah Cabang (Muscab) PD Kota Bogor. Akan kah duet Bima-Usmar yang saat ini jadi Walikota dan wakil Walikota Bogor, akan diusung lagi oleh PD ?

“Musda di 15 provinsi itu harus sudah selesai pada Juni nanti. Intinya semua keputusan ada di DPP, termasuk dalam menghadapi pemenangan Pilkada 2018 mendatang. Setelah musda propinsi, selanjutnya baru muscab di Kota Bogor. Hal itu merupakan hasil Rakernas Partai Demokrat (PD) di Lombok baru-baru ini,” kata anggota DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan saat diwawancarai oleh indeksberita.com, Selasa (16/5/2017) petang.

Politisi yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan ini disebut-sebut akan mengisi kursi jabatan sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor sebagai Pelaksana tugas (Plt), pasca tutup usia ketua terdahulu, Adhi Daluputra. Berembus kabar, nama Dodi Setiawan lebih menguat dibanding pesaingnya Asep Wahyu dan Usmar Harimar yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Bogor.

“Terkait penunjukan Plt belum diputuskan secara resmi oleh DPP Partai Demokrat. Jadi, ketiga nama yakni Asep Wahyu, Usmar Hariman dan saya sendiri masih di DPP. Siapapun pimpinan sementaranya, kita akan fatsun,” tukasnya.

Lalu, siapa calon walikota yang nanti akan diusung PDI di Pilkada Kota Bogor mendatang? Secara lugas Dodi menyebut Bima Arya masih layak didukung partainya. Ia sangat yakin pihak DPP PD akan bersikap serupa mengingat ada kedekatan dengan PAN.

“Soal itu, nanti akan dibahas setelah proses musda dan muscab selesai. Saat ini, Bima Arya Sugiarto elektabilitasnya masih teratas. Sedangkan, Usmar Harimar masih merupakan kader terbaik partai. Jadi, saya berharap duet Bima-Usmar akan berlanjut. Namun, bagaimanapun juga, nantinya DPP lah yang akan memutuskan. Dan, siapapun kader partai harus tunduk pada kebijakan siapa yang nantinya dipilih DPP,” jawabnya.

Dodi juga menyampaikan, meski belum digelar musda partainya sudah lakukan komunikasi dengan sejumlah partai yang nantinya akan diajak koalisi.

“Sudah lakukan komunikasi dengan beberapa partai sejak sebelumnya. Jadi, meski belum ada keterangan waktu digelar musda, silaturahmi tetap dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya diperoleh kabar sejak 2012 lalu, Musda Partai Demokrat terus tertunda dan tidak ada kejelasan. Penyebab belum digelarnya musda lantaran DPD Partai Demokrat Jawa Barat juga belum menggelar hajat partai tersebut. Terkait DPD Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulanjana yang saat ini memimpin disebut-sebut masih akan melanjutkan kepemimpinannya.

“Namun, sampai saat ini Musda Partai Demokrat Jabar belum juga digelar, ini yang jadi sandungan Kota Bogor, karena harus didahului kepengurusan propinsi. Jika muscab tak juga digelar, berpotensi pencalonan pilwakot dari PD akan terganggu,” tukas salah seorang pengurus Partai Demokrat yang menolak disebutkan namanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait