Sabtu, 3 Desember 22

Paket Kebijakan Ekonomi XI Keluar, Puspayoga Dorong UMKM Manfaatkan KURBE

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan pihaknya akan mendorong para pelaku koperasi dan UMKM berbasis ekspor untuk memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE).

KURBE adalah bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XI pemerintah terbaru (29/3). Program diharapkan jadi solusi masalah pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Selama ini upaya untuk mengekspor produk UMKM masih terkendala masalah pembiayaan, kapasitas UMKM yang menyangkut sumber daya manusia, pemasaran, dan pemenuhan standar perdagangan internasional yang ketat,” kata Puspayoga di Jakarta.

Lanjut kata Puspayoga “KURBE akan menjadi instrumen yang menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi UMKM.”

Puspayoga berharap KURBE dapat memberikan stimulus kepada UMKM untuk meningkatkan ekspor nasional, meningkatkan daya saing produk ekspor UMKM berbasis kerakyatan, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor.

Sesuai kebijakan, KURBE akan menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) dan investasi Kredit Investasi Ekspor (KIE) bagi UMKM.

Penyaluran pembiayaan kepada UMKM berorientasi ekspor (UMKM Ekspor) dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

KURBE ditetapkan dengan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun efektif (tanpa subsidi).

“Sedangkan untuk KURBE mikro maksimal plafond sebesar Rp5 miliar,” tambahnya.

“KURBE kecil maksimal Rp 25 miliar dan menengah maksimal Rp50 miliar”.

Jangka Waktu KURBE paling lama 3 tahun untuk KMKE dan atau 5 tahun untuk KIE.

Supplier atau plasma yang menjadi penunjang industri, serta industri atau usaha dengan tenaga kerja cukup banyak sesuai skala usahanya, merupakan sasaran utama program kredit ini.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait