Minggu, 14 Agustus 22

‘Operasi Kandangkan Angkot’, 25 Angkutan Umum Terjaring Razia

BOGOR – Tekan kemacetan Kota Bogor, ‘operasi kandangkan angkot’ yang tidak memiliki dokumen kelengkapan berkendara terus digenjot Petugas gabungan TNI, Polresta dan DLLAJ Kota Bogor. Terhitung hari ketiga op[erasi ini digelar, sebanyak 25 angkot terjaring saat razia.

Hari ini, Kamis (29/9/2016), razia digelar di beberapa titik yakni didepan Bogor Trade Mall (BTM) Jalan Juanda, didepan Balai Binarum Jalan Padjajaran Bogor dan di Jalan Semeru,  Bogor Barat, Kota Bogor.

“Setelah operasi gabungan sebelumnya telah kita kandangkan 21 angkot bodong dengan rinciannya 11 angkot pada operasi hari pertama dan 10 angkot operasi kedua. Jumlah total sudah 25 angkot yang terjaring,” kata Kabid Keselamatan dan Penertiban DLLAJ Kota Bogor Teofilo kepada indeksberita.com.

Penuturannya, angkot yang ditahan umumnya trayek Kota Bogor. Sementara, sambungnya, angkot kabupaten dikenakan tilang dan diminta mengurus kelengkapan dokumen berkendara.

“Tipe angkot yang dikandangkan yang tidak memiliki surat-surat resmi,  seperti SIM,  STNK, Ijin Trayek dan belum melakukan Uji KIR. Penertiban sebenarnya  sudah direncanakan sejak awal tahun, hanya dengan adanya moment yang “kemarin” menjadi pas. Adapun tujuannya untuk mengecek dan melihat kelengkapan  dan kelayakan surat-surat operasional angkot maupun pengemudinya, jadi angkot yang beroperasi benar-benar angkot yang layak,” ujarnya.
Dia melanjutkan, operasi gabungan ini akan terus dilaksanakan hingga Desember 2016 mendatang. “Operasi gabungan ini dilakukan untuk meminimalisir angkot-angkot yang tidak layak dan tidak memiliki kelengkapan surat-surat,” tuturnya.

Sebagai informasi, operasi penertiban angkot ini sebelumnya sudah disepakati bersama Forum Lalu Lintas yang mengikutsertakan aparat Polres Bogor Kota, Kodim 0606, dan Organda. Kemacetan yang salah satunya disumbangkan angkot ini disinyalir ikut menobatkan Bogor menjadi kota lalu lintas terburuk kedua dunia, versi aplikasi survei Waze. Sebelumnya, Walikota Bogor menyebut, banyak pengemudi angkot yang tidak memiliki SIM.

”Hampir 90 persen pengemudi angkot tidak ada SIM. Hanya satu dua saja yang punya SIM. Total ada 22 angkot yang tadi ditilang,” ujarnya saat hari pertama yang lalu digelarnya operasi terpadu.

Pantauan media online ini selama 3 hari gelar operasi penertiban angkot, banyak pengemudi angkot yang tidak memiliki SIM, bahkan KTP. Beberapa angkot lainnya juga tidak bisa menunjukkan surat–suratnya. Selain itu, tak sedikit sopir yang masih di bawah umur dan hanya memperlihatkan surat tilangnya yang terdahulu dan banyak pula ditemukan kendaraan yang tak layak jalan, seperti ban yang habis dan surat KIR trayek yang sudah kedaluwarsa. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait