Sabtu, 3 Desember 22

Ombusdman Sumut Temukan Dua Pelanggaran UN SMA di Medan

MEDAN – Kantor Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) menemukan secarik kertad diduga kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Medan saat ujian berlangsung pagi ini.Lembaran yang diduga kunci jawaban soal UN 2016 ditemukan di ruangan ujian nomor 17 dari tangan salah satu siswa yang sedang ujian.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar mengatakan, temuan yang diduga kertas jawaban atau bocoran kunci jawaban diketik rapi dengan kertas yang dilipat rapi. “Kalau dilihat dari bentuknya, temuan tim Ombudsman saat sidak UN di SMA 2 pagi tadi seperti kertas jawaban.Kami akan mencocokkan dengan soal UN nantinya untuk memastikan apakah kertas itu merupakan bocoran jawaban soal UN.” kata Abyadi Siregar kepada Indeks Berita, Senin 4 April 2016.

Jika nantinya ditemukan kecocokan antara soal dengan kertas yang diduga bocoran soal ujian itu, Ombusdman, kata Abyadi akan menyurati kepolisian untuk mengusut pembocor soal ujian itu. “Tentunya setelah kami menyurati Ombusdman RI di Jakarta baru menyurati kepolisian.” tutur Abyadi.

Selain di SMA Negeri 2 Medan, Ombusman juga menemukan pelanggaran prosuder UN. Itu terjadi di SMA Negeri 1 saat Pelaksanatugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi masuk ke ruangan ujian untuk mengecek kesiapan siswa peserta UN. “Prosedur operasional UN mensyaratkan tidak boleh ada orang berada di dalam ruangan ujian selain pengawas. Dengan kehadiran Plt Gubernur Sumut ke dalam ruangan ujian, itu melanggar prosedur operasional UN. “kata Abyadi. Adapun Tengku Erry Nuradi membantah berada didalam ruangan ujian.” Nggak ada masuk itu hanya diluar ruangan saja.” kata Erry.

Sebanyak 99 Sekolah Menengah Atas di Sumut ikut UN Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.Jumlah sekolah yang ikut UN naik 80 persen dibanding tahun lalu.Salah satu sekolah yang menyelanggarakan UN berbasis komputer adalah SMA Negeri 1 Medan.

Namun, UNBK di SMAN 1 Medan sempat mengalami kendala pada server yang menyinkronkan data ujian dari pusat ke sekolah.

Kepala SMAN 1 Medan, Safrimi, mengatakan, kendala pada server sempat berlangsung selama satu jam.
“Tadi servernya sempat macet menyebabkan client dan nomor ujiannya serta soal yang diujikan tidak bisa keluar. Tapi itu terjadi hanya di ruangan II saja. Yang empat ruangan lagi aman,” kata Safrimi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait