Rabu, 17 Agustus 22

Ogah Berpolitik, Muhamadiyah Kota Bogor Tidak Ikut Demo 212


BOGOR – Di usianya yang ke 104 tahun, Muhammadiyah Kota Bogor tak ingin larut dalam aksi bela Islam jilid III di Jakarta pada 2 Desember mendatang di Jakarta. Sebab, Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia setelah Nahdlatul Ulama (NU) ini, sudah selesai dalam hal kebangsaan.

Bagi Muhamadiyah, NKRI dan Pancasila sudah jadi harga mati. Alasan itu yang membuatnya tidak ingin berkonsentrasi pada panggung politik kekinian pilkada Jakarta. Hal itu dikatakan Ketua Muhamadiyah Kota Bogor, Madropi.

“Yang menjadi tanggungjawab kita dalam bernegara adalah pencerdasan bangsa hingga penanggulangan masalah sosial. Itu yang menjadi fokus Muhamadiyah Kota Bogor saat ini,” tukasnya saat diwawancarai indeksberita.com, di Gedung Muhamadiyah, Jalan Merdeka, Kota Bogor, Sabtu (26/11/2016).

Pada hari yang sama, Madropi menyampaikan juga, bahwa dalam rangka Milad ke 104 Muhamdiyah, pihaknya menggelar jalan sehat yang dilepas Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dari halaman Balaikota Bogor, menuju sekretariat Muhamadiyah. Gerak jalan yang diikuti 1000 peserta dari berbagai usia itu juga merupakan forum silaturahmi dan untuk mengentalkan semangat bersaudara.

“Kami, Muhamadiyah Kota Bogor lebih mengedepankan semangat bersaudara pada sesama. Perbedaan bagi kami sudah menjadi suatu hal yang tidak perlu dipersoalkan oleh sesama anak bangsa. Kemajemukan ini juga yang mengutuhkan kita dalam ber Indonesia, seperti yang pernah dilakukan para pendahulu kami. Dan, kami tidak ingin masuk panggung politik,” tukasnya.

Menanggapi demo 2 Desember mendatang, Madropi menyampaikan, Pengurus Besar Muhamadiyah tidak pernah memberi instruksi untuk turun ke jalan.

“Sama seperti organisasi lain, kami juga mengambil keputusan berdasarkan instruksi. Tapi, kalau ada pribadi yang ingin demo, kami tidak merlarang.bTapi, sebaiknya tidak. Karena, sikap resmi Muhamdiyah, tidak akan ikut turun ke jalan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Aryo Seto mengatakan akan lakukan pendekatan kepada sejumlah ulama dan warga Kota Bogor untuk tidak lagi bergabung dengan massa di Jakarta pada 2 Desember nanti.

“Tindakan preventif akan kami lakukan untuk menjaga kondusifitas Kota Bogor. Upaya preventif tersebut melibatkan tiga pilar, diantaranya Polres, TNI, dan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor,” tukasnya di Gedung Kemuning,
baru-baru ini.

Menurut Suyudi, hal tersebut dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa proses hukum terkait Ahok sudah berjalan, dan tidak perlu melakukan demontrasi.

“Seperti diketahui bahwa proses hukum sudah berjalan, kalau proses hukum tidak berjalan barulah boleh demontrasi,” tutup Suyudi. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait