Selasa, 16 Agustus 22

Lagi, Nelayan WNI Menjadi Korban Penculikan Di Sabah-Malaysia

Profesi sebagai Nelayan di Perairan Sabah Malaysia memang penuh dengan resiko. Selain cuaca ekstrim dan tingginya gelombang, menjadi korban perampokan dan penculikan senantiasa mengancam jiwa mereka. Seperti yang terjadi kali ini, perampokan disertai penculikan kembali dialami pada Kapal TW 1738-6-F.

Kapal tersebut dirampok oleh sekelompok orang bersenjata di kawasan Perairan Pelda Sahabat Tungku, Lahat Datu, Malaysia, diperkirakan pada hari Sabtu (19/11). Dan kejadian tersebut baru dapat diketahui kebenarnya 2 hari kenudian, pada hari Senin lalu (21/11/2016)

Direktur dari Komando Keamanan Wilayah Timur Sabah (ESSCom), Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid membenarkan peristiwa penculikan yang dialami oleh Nelayan WNI tersebut. Menurutnya, sekelompok pria bersenjata menaiki sebuah kapal nelayan sekitar pukul 18.30, ketika kapten kapal, asistennya, dan 11 kru berhenti untuk memancing ikan. Selain menculik kapten dan asistennya, para pria bersenjata itu juga mengambil telepon seluler dan mesin kapal. Sebanyak 11 ABK dibuang ke laut, dan dapat diselamatkan oleh nelayan sekitar. Namun kapten kapal dan asistennya diculik oleh gerombolan bersenjata tersebut. Belakangan baru diketahui identitas korban dan gerombolan penculiknya. Mereka adalah Saparudin (Kapten Kapal) dan Sawar asistennya. Sedanggkan gerombolan penculiknya, diduga bagian dari kelompok Abu Sayaf. 

Komandan Pangkalan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni membenarkan peristiwa tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan selluler pagi tadi (23/11), dia mengatakan masih menunggu laporan lengkap dari LO Sabah.

“Benar ada penculikan lagi, tapi saya belum dapat detil laporannya. Kami sudah hubungi LO kita di Malaysia dua hari ini belum nyambung, mungkin jaringannya jelek. Kami juga akan terus melakukan pendalaman terkait peristiwa ini” katanya.

Perompakan di perairan Sabah ini merupakan kali ketiga dalam setahun. Masih hangat dalam ingatan publik tentang peristiwa yang menimpa 2 kapten kapal asal Buton Sulawesi Tenggara, La Utu bin La Raali (52) dan La Hadi bin La Edi (46). Mereka diculik sekelompok orang bersenjata di Karang Pegasus perairan Kertam. Wilayah tersebut hanya beberapa mil dari Sungai Kinabatangan Sabah-Malaysia, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Sebelymnya, nasib naas juga dialami oleh 3 WNI asal NTT yakni Lorence Koten selaku Kapten Kapal Pukat Tunda LD/114/5S beserta ABK Teodorus Kopong dan Emanuel. Mereka diculik sekelompok pria bersenjata asal Filiphina saat sedang menangkap ikan di Perairan Kawasan Pelda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Sabah-Malaysia. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan Juli 2016 lalu.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait