Rabu, 29 Juni 22

Namanya Dicatut Sebagai Pencipta Lagu 2019 Ganti Presiden, John Paul Ivan Lapor Polisi

Eks gitaris Boomerang, John Paul Ivan mendatangi gedung Bareskrim Polri, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018). Kedatanganya adalah untuk melaporkan salah satu media online yang menyebarkan berita bahwa dirinya adalah termasuk pencipta lagu 2019 Ganti Presiden.

“Saya datang ke sini melaporkan masalah fitnah dan pencatutan nama saya. Tadi mungkin teman-teman sudah melihat berita yang beredar tanggal 19 Mei, mediapribumi.co.id, di situ saya (disebut) menciptakan karya cipta lagu, tapi ternyata itu bukan. Itu berita bohong, fitnah,” ujar Ivan susai pelaporan.

Menurut Ivan, ia melaporkan hal itu lantaran media tersebut merupakan pihak pertama yang menyebarkan informasi bohong atau hoaks yang menyebutkan dirinya pencipta lagu ‘2019 Ganti Presiden’.

Laporan Ivan pun diterima dengan nomor LP/B/676/V/2018/Bareskrim. Ivan mengungkapkan, media online yang beralamat di The Manhattan Square Building Mid Tower, Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan tersebut telah melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Didampingin kuasa hukumnya,Ivan mengungkapkan bahwa atas laporan tersebut, portal pribuminews.co.id diduga melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3), Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Sebagaimana diketahui,lagu 2019 Ganti Presiden menjadi viral di media sosial terlebih setelah ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa pencipta lagu tersebut adalah John Paul Ivan mantan gitaris Boomerang dengan menjadikannya sebagai headline “John Paul Ivan Ciptakan #2019GantiPresiden Begitu Syahdu dan Merdu”.

Ivan mengungkapkan bahwa akibat hoax yang disebarkan itu ia mengakui telah menimbulkan sejumlah kerugian bagi dirinya, seperti mengusik kehidupan keluarganya. Bahkan, menurutnya, berita bohong itu juga telah merugikan reputasinya sebagai musisi.

“Fitnah yang mereka lakukan telah mencemarkan nama baik saya, merusak reputasi, harga diri dan martabat saya sebagai musisi. Saya berjuang dan bekerja profesional serta mendedikasikan karya saya untuk Indonesia sebagai produk budaya, bukan produk politik seperti lagu tersebut,” tandasnya.

Ivan juga mengungkapkan bahwa siapapun boleh berpendapat karena bagian dari demokrasi. Akan tetapi menurut Pria kelahiran Surabaya 3 Januari 1971 tersebut, harus ada batas dan etika yang tidak boleh dilanggar termasuk mencatut nama orang lain.

“Orang di sini menyuarakan bebas. Mau bicara apa aja bebas kita negara demokrasi, cuma harus tahu caranya,” tandasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait