Selasa, 5 Juli 22
Beranda Featured Munas FSB Nikeuba Tekankan Pentingnya Pekerjaan dan Kehidupan Layak

Munas FSB Nikeuba Tekankan Pentingnya Pekerjaan dan Kehidupan Layak

0
Munas FSB Nikeuba Tekankan Pentingnya Pekerjaan dan Kehidupan Layak

Palembang –¬†Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Buruh Niaga, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB Nikeuba SBSI) dihelat pada 25 – 27 Maret 2018 bertempat di Istana Griya Agung yang merupakan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan.

Munas tersebut merupakan agenda nasional FSB Nikeuba yang dihelat setahun sekali untuk membahas rencana kerja organisasi dan evaluasi program-program yang telah dilaksanakan setahun sebelumnya.

Pada kesempatan kali ini, Sumatera Selatan dipercaya untuk menjadi tuan rumah diselenggarakannya Munas tersebut.

Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan membuka acara yang dihadiri lebih dari 2000 orang anggota FSB Nikeuba.

Dalam sambutannya, Gubernur Alex Noerdin menyatakan bahwa FSB Nikeuba sejak lama merupakan mitra yang sangat baik bagi pemerintah Sumatera Selatan, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

Selain itu Gubernur Alex juga mengapresiasi baiknya hubungan industrial antara FSB Nikeuba dengan pemerintah dan pengusaha di Sumatera Selatan sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi buruh anggota FSB Nikeuba bisa diselesaikan dengan cepat dan terkendali, tak heran FSB Nikeuba berkembang menjadi serikat buruh idola dan panutan di Prop. Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Alex juga mensosialisasikan persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah Prop. Sumatera Selatan dalam rangka menyambut Asian Games 18 Agustus 2018 nanti.

“Sumatera Selatan sudah berbenah dari wilayah yang sering terkena kebakaran hutan dan tidak terawat menjadi Propinsi yang maju dan pesat dalam pembangunan, khususnya infrastruktur di bidang pelayanan publik dan sarana olahraga dengan standar internasional,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum FSB Nikeuba Dedi Hardianto dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya pekerjaan yang layak, upah yang layak dan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Dedi juga menghimbau pentingnya untuk tetap melestarikan tenaga kerja manusia, karena tidak semua pekerjaan harus menggunakan mesin otomatis. Dengan SDM yang melimpah, menurutnya, Indonesia harus mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada bagi tenaga kerja lokal, mengingat Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2025-2030.

Sektor perkebunan merupakan sektor yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi justru di sektor inilah paling banyak terjadi pelanggaran ketenagakerjaan, upah yang rendah, status kerja yang tidak jelas membuat buruh hampir tidak memiliki peluang untuk memiliki hunian, sehingga penting bagi pemerintah Sumatera Selatan untuk memikirkan hunian yang layak bagi buruh se Sumatera Selatan, khususnya buruh anggota FSB Nileuba.

Selain ribuan peserta, acara yang dibuka oleh gubernur Sumatera Selatan ini juga dihadiri oleh Deputy IV Kantor Staff Presiden bidang diseminasi politik, Roy Sapta Abimanyu, Presiden KSBSI yang juga Komisaris PT. Pos Indonesia, Mudhofir, perwakilan Apindo, Dinas Tenaga Kerja Kota/Kab dan Propinsi dan lainnya.