Kamis, 7 Juli 22

Mulai 2021 Eropa Akan Menghapus Penggunaan Biodisel Termasuk Sawit Dari Indonesia

Parlemen Eropa mengeluarkan kebijakan menghapus penggunaan biodisel dari minyak nabati mulai tahun 2030. Namun penggunaan minyak dari kelapa sawit (termasuk sawit dari Indonesia) akan dimulai pad 2021 mendatang.

Hal tersebut akan diwujudkan Parlemen Eropa melalui upaya pemungutan suara dengan tema “Report on the Proposal for a Directive of the European Parliament and of the Council on the Promotion of the use of Energy from Renewable Sources” yang akan digelar di Kantor Parlemen Eropa, Strasbourg, Perancis pada 17 Januari 2018 mendatang.

Melalui pesan tertulisnya yang diterima redaksi,Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels mengungkapkan bahwa bahwa usulan Komite Lingkungan Hidup (ENVI) Parlemen Eropa tersebut bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas dan adil dan menjurus kepada terjadinya diskriminasi “crop apartheid” terhadap produk sawit di Eropa.

Dalam rilis tersebut, KBRI juga menandaskan Kelapa Sawit adalah salah satu elemen utama kepentingan nasional. Jutaan warga negara Indonesia terutama petani-petani kecil yang bergantung pada hasil kebun kelapa sawit tersebut. Maka dari itu Indonesia telah dan akan terus melakukan advokasi terkait hal itu.

“Indonesia telah mengadvokasi pentingnya kelapa sawit sebagai salah satu elemen utama dari kepentingan nasional Indonesia, terutama karena menyangkut kesejahteraan 17 juta warga Indonesia, termasuk petani kecil, yang bergantung secara langsung maupun tidak langsung dari industri kelapa sawit,” demikin salah satu petikan rilis KBRI.

Dalam berbagai kesempatan, Penerintah Indinesia telah berupaya melawan kebijakan Parlemen Eropa yang dinilai sangat merugikan negara-nagara produsen sawit dunia termasuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi juga acap kali menekankan adanya keterkaitan erat antara kelapa sawit dan upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia, sesuai dengan aspirasi dalam komitmen SDGs 2030.

Bahkan dalam pidato tahunanya pada 9 Januari 2018 lalu, Menlu Retno tak segan-segan menegaskan Indonesia tidak akan diam menghadapi kampanye hitam dan diskriminasi yang dilancarkan oleh Eropa dan Amerika Serikat terhadap kelapa sawit terutama yang berasal dari Asia Tenggara.

“Indonesia akan terus mengintensifkan langkah melawan kampanye hitam serta terus mempromosikan sustainable palm oil dan pencapaian SDGs,” tandas Retno.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait