Senin, 27 Juni 22

MUI: Protes Tengku Zulkarnain Atas Pidato Kapolri Adalah Pernyataan Pribadi

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Tengku Zulkarnain memprotes pidato Kapolri Tito Karnavian yang diduga telah merendahkan jasa Para Ulama dan Pejuang Islam. Dalam kutipan pidato yang beredar, instruksi Tito kepada Kapolda di seluruh Indonesia agar bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah karena kedua ormas tersebut merupakan pendiri bangsa, dianggap oleh Ustad Tengku telah merendahkan ormas lain.

“Saya sangat kecewa dan keberatan atas pidato Kapolri yang saya nilai provokatif , tidak mendidik, buta sejarah, tidak berkeadilan,dan rawan memicu konflik, saya dan umat sekarang menunggu pernyataan maaf dari Kapolri,” kata Tengku melalui pesan singkatnya, Selasa (30/1/2018).

Tak hanya melalui pesan tertulis, KH Tengku Zulkarnaian juga menulis protesnya melalui Surat terbuka yang diunggap ke laman Facebook pribadinya. Melalui surat terbuka itu,Ustat Tengku meminta Kapolri untuk meminta maaf dan menarik pidatonya.

“Melalui Surat Terbuka ini saya, Tengku Zulkarnain PROTES KERAS atas pernyataan Bapak Kapolri dan meminta anda meminta maaf serta menarik isi pidato anda yang saya nilai tidak ETIS, merendahkan jasa Para Ulama dan Pejuang Islam di luar Muhammadiyah dan NU. Mencederai rasa Kebangsaan, serta berpotensi memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan negara Indonesia”. demikian salah satu petikan surat terbuka Tengku di fanpage Facebooknya yang diunggah pada Senin 29 Januari 2018.

Menanggapi hal tersebut,Ketua MUI KH.Ma’ruf Amin menegaskan protes KH. Tengku Zulkarnain itu merupakan pernyataan pribadi, bukan atas nama kelembagaan MUI. Dan terkait Pidato Kapolri tersebut, Kiai Ma’ruf mengaku sudah menemui Tito untuk bertanya terkait maksud dan konteks pidato tersebut.

“Saya kira kalau itu konteksnya, tidak masalah. Tidak ada maksud untuk menafikan peran ormas-ormas lain,” papar Kiai Ma’ruf saat menggelar konferensi Pers di Jakarta,Rabu (31/1/2018).

Sedangkan kelompok-kelompok yang dimaksud Kapolri hendak meruntuhkan Indonesia dalam pidatonya tersebut,Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa itu adalah kelompok-kelompok Radikal dan bukan ormas lain diluar NU maupun Muhammadiyah.

Kiai Ma’ruf juga mengungkapkan bahwa Pidato Kapolri tersebut diucapkan sekitar ahir 2016 di Pondok Pesantren Tanara,Banten yang merupakan pondok pesantren dibawah asuhannya. Karena baru diperbincangkan sekarang,menurut Kiai Ma’ruf, ada yang salah paham karena tidak tahu konteksnya.

“Karena baru ramai diperbincangkan sekarang dan tanpa mengetahui konteksnya, maka terjadi kesalahpahaman. Mereka akan bisa paham karena bukan itu yang dimaksud Pak Kapolri,” pungkas Kiai Sepuh yang juga merupakan Rais ‘Aam PBNU tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait