Rabu, 30 November 22

Militan terkait ISIS Kuasai Mawari, Warga Sipil Pilih Mengungsi dan Duterte Menerapkan Darurat Militer

Imbas dari terjadinya kontak senjata antara Pihak Keamanan Philipina dengan Militan Maute (kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS) di Kota Marawi yang merupakan Ibu Kota Provinsi Lanao del Sur,Philipina pada Selasa (23/2017) malam, membuat warga sipil yang bermukim di Kota itu memilih meningalkan tempat tinggalnya. Hal tersebut akan membuat Presiden Filipina Duterte menerapkan Darurat Militer di Pulau Mindano.

Seperti dilansir dari Reuters, warga sipil mulai berbondong-bondong meninggalkan Marawi dan mencari keamaan menuju Kota Pantar atau pemukiman-pemukiman sekitar kota tersebut. Warga sipil juga menjadikan keberadaan Militan Maute di Kota mereka sebagai alasan untuk segera meninggalkan kota.

“Kami terpaksa meninggalkan rumah kami karena kota kami masih dalam kendali kelompok bersenjata (Maute-red). Mereka berada di jalan-jalan utama dan dua jembatan menuju Marawi. Dimana-mana kami dengar suara tembakan dan mereka sudah memasang bendera-bendera hitam,kami takut” papar Rabani Mautum seorang Mahasiswa ┬ákeapa Reuters di Pantar ,Rabu (24/5/2017) siang.

Selain menguasai berbagai tempat vital di Kota Marawi, dilaporkan bahwa Militan tersebut juga melakukan penyerbuan dan pembakaran Cathedral of Our Lady Help of Christians dan menculik beberapa orang, termasuk Pendeta Teresito Suganob dan membawanya ketempat yang sampai saat ini belum dapat terkonfirmasi.

Salah seorang Milisi Bersenjata memasang Bendera ISIS di salah satu bangunan di tengah Kota Marawi,Rabu (24/5/2017).Salah seorang Milisi Bersenjata memasang Bendera ISIS di salah satu bangunan di tengah Kota Marawi,Rabu (24/5/2017).

Penculikan yang disertai pembakaran tersebut dibenarkan oleh Uskup kota Marawi Edwin dela Pena dan Presiden keuskupan Filipina Socrates Villages.

“Mereka menyandera Pendeta Teresito dan beberapa Jemaah. Mereka mengancam akan membunuh para sandera jika tentara Filipina tidak segera mundur dari Marawi.” ujar Socrates Villages.

Sementara itu, terkait Militan Maute yang sampai saat ini masih berada di tempat-tempat tertentu di Kota Marawi, Presiden Philipina,Redigo Duterte mempercepat kunjunganya di Rusia dan siap mengembalikan keamanan Kota Marawi. Untuk itu, Duterte akan menerapkan Darurat Militer di Pulau Mindano yang meliputi Kota tersebut.

“Untuk seluruh rekan sebangsa saya, yang pernah menjalani darurat militer, ini tidak akan banyak berbeda dengan yang dilakukan Presiden (Ferdinand) Marcos. Namun saya akan keras,” ujar Durtete dalam siaran pers nya saat dalam persiapan kepulanganya ke Manila.

Durtete juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Philipina tidak akan memberi batas waktu sampai kapan status Darurat Militer akan dicabut. Namun Durtete juga menegaskan bahwa akan segera menkondusifkan Kota Marawi seperti sebelumnya.

“Jika dibutuhkan waktu setahun untuk melakukannya, maka kita akan melakukannya. Jika sudah selesai dalam sebulan, maka saya akan senang. Untuk rekan sebangsa saya, jangan takut. Saya akan pulang. Saya akan menangani masalah ini begitu saya tiba,” tegasnya.

Kontak senjata tersebut berawal dari penyerbuan Pasukan Keamanan Philipina disebuah rumah yang diyakini menjadi tempat persembuyian Isnilon Hapilon. Penyergapan terhadap Isnilon tidak berjalan mulus karena mendapat perlawanan dari sekitar 100 orang bersenjata dari Kelompok Maute.

Isnilon Hapilon sendiri adalah buronan Pemerintah Philipina karena keterlibatanya dengan beberapa kasus Penculikan dan Penyanderaan. Isnilon juga diyakini tengah menyatukan kekuatan milisi-milisi pro ISIS seperti kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Mindano dan Kelompok Maute yang berbasis di sekitar Marawi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait
  1. Berita-berita spt ini sgt bermanfaat buat masyarakat. krna disamping informasi,jg ad smemuat seruan agar kewaspadaan meningkat. apalagi Mindanao itu sgt jelas dkt dgn Kalimantan Utara maupun Sulawesi Utara. Tp ad yg lbh parah lagi,krna seolah-olah Pemerintah diam dan abai terhadap kejadian di Philipina ini. padahal, ini jg merupakan kode dari ISIS untuk Indonesia.