Minggu, 25 September 22

Meski Rawan Konflik, Revitalisasi PKPI Jabar Akhirnya Tuntas

BOGOR – Ketua Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) Jawa Barat, Bambang Setiadi yang bergabung di partai besutan Sutiyoso sejak Februari 2016 lalu ternyata punya cara membangun mesin partai. Mengetahui partainya kurang optimal pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 lalu dengan gagal mendudukan wakil di DPRD Propinsi Jabar, Bambang pun membuat kebijakan revitalisasi mesin pengurus.

Hampir tiap daerah kota dan kabupaten di Jabar yang dinilai memiliki perolehan suara tidak memuaskan saat pemilu, kepengurusannya pun diperbarui kendati masa bakti belum usai. Meski rentan menuai konflik, namun diyakininya revitalisasi bisa menjadi solusi.

“Revitalisasi ini berlaku se Indonesia. Karena, PKPI ini kan partai terbuka bagi masyarakat. Jawa Barat sendiri sudah 90 persen pengurusnya wajah baru,” tuturnya saat ditemui indeksberita.com disela acara buka puasa di Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKPI Kabupaten Bogor, Ruko Cibinong City, Senin (27/6/2016).

Namun, sambung Bambang, pemaknaan revitalisasi bukan meninggalkan pengurus lama. Hal itu dilakukan sebagai penyegaran organisasi di mesin politiknya.

“Bukan berarti pengurus lama dibuang atau ditinggalkan. Hanya job desk nya saja dirolling. Misalnya, tadinya sebagai ketua, kemudian diganti menjadi dewan penasehat atau dewan pakar. Ini kan artinya pertanda baik. Jadi, pengurus lama bisa membuka diri dan partai juga membuka pintu kepada kader baru,” ujarnya.

Bambang optimis, konsep revitalisasi itu mampu membawa perubahan dan menjadikan PKPI lebih baik lagi pada pemilu mendatang.

“Kita yakin melalui revitalisasi kedepan PKPI mampu jadi partai menengah. Saat ini, hampir semua pengurus PKPI di 27 kota dan kabupaten Jabar terus melakukan konsolidasi. Sejumlah pengurus baru, seperti Kabupaten Bogor kini juga sudah memiliki pengurusan kecamatan dan tingkat desa,” tukasnya.

Sebagai informasi, mula kebijakan revitalisasi diterapkan di Kabupaten Bogor, PKPI sempat memanas. Sebab, Ketua PKPI Kabupaten Bogor, Dharmansyah TS menolak dinonaktifkan dan digantikan kepengurusan baru yang dipimpin Denny Mulyana. Situasi internal partai sempat tegang karena kubu Dharmansyah masih mengklaim sebagai kepengurusan yang sah, sementara kubu Denny Mulyana sudah mendapat mandat SK PKPI Propinsi Jabar dibawah kepemimpinan Bambang Setiadi. Namun, kisruh di tubuh PKPI Kabupaten Bogor akhirnya mereda setelah jajaran kepengurusan PKPI Kabupaten Bogor yang diketuai Denny menuntaskan pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan hingga desa. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait