Rabu, 30 November 22

Menteri Susi : Jangan Jadikan Masyarakat Tameng untuk Menentang Kebijakan Pelarangan Alat Penagkap Ikan Tak Ramah Lingkungan

Demi menjaga kelangsungan biota laut terutama ikan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta para pengusaha perikanan tangkap mendukung kebijakan pemerintah dengan mematuhi aturan larangan penggunaan cantrang. Menteri Susi secara tegas melarang alat tangkap yang tidak ramah lingkungan tadi, agar sumber daya perikanan tetap berkelanjutan, dan berkontribusi nyata pada PDB, untuk kesejahteraan rakyat.

Menteri Susi lalu mengungkapkan secara detail alasan kenapa pihaknya melarang penangkapan menggunakan cantrang. “Pengoperasian Cantrang itu menyentuh dasar perairan. Dan itu berpotensi merusak ekosistem substrat yakni tempat tumbuhnya organisme atau jasad renik yang menjadi makanan ikan. Jika eko sistem substrat rusak, maka akan menyebabkan produktivitas dasar perairan berkurang,” ujar menteri Susi.lewat keterangan tertulisnya, Jumat (28/42017).

Susi juga sangat menyayangkan pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan pribadi namun  tega menjadikan rakyat kecil sebagai tameng untuk menentang kebijakanya. Menurut Susi, tidak seharusnya para Pengusaha ikan tersebut berbuat curang dengan mencoba mengadu domba berbagai pihak dan membuat fitnah demi keuntungan pribadi.

“Pada para pengusaha besar tolong setop untuk mengadu domba, lobi kanan kiri. Sudah, Anda semua sudah cukup berpesta zaman tidak ada aturan di laut ini. Sekarang kami mau atur karena laut tidak mau kami punggungi lagi. Kami ingin laut bisa memberi PDB (Produk Domestik Bruto) yang baik bagi negara. Supaya bisa menunjang program kesejahteraan,” ungkapnya.

Menteri Susi juga meminta kepada pihak-pihak yang belum memahami tentang berbahayanya alat tangkap ikan Cantrang tersebut untuk mempelajari lebih detail dulu agar mengetahui bahwa Cantrang itu dapat menjaring ikan dari berbagai jenis dan berbagai ukuran yang tentu saja akan mengancam kelanjutan perikanan Indonesia.

Untuk itu karena Cantrang adalah termasuk alat penangkap ikan yang tidak ramah dan telah dilarang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2015,pihaknya meminta agar mematuhi peraturan tersebut.

Larangan penangakapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan sebenarnya bukan hanya kebijakan yang dibuat oleh Menteri Susi saja. Pada masa Pemerintahan Presiden Suharto , kebijakan ini sudah pernah diterapkan melalui Kepres Nomor 39 tahun 1980.

Menteri Susi juga membantah bahwa pihaknya terkesan keras dan tidak memberi waktu pada pengguna Cantrang untuk melakukan pergantian pada alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.  Susi menilai bahwa itu hanya akal-akalan pihak-pihak tertentu agar lebih lama mempunyai waktu untuk menghabisi perikanan di laut Indonesia.

Susi tidak ingin kejadian Bagan Siapi-Api terulang , yang mana karena eksploitasi besar-besaran oleh pihak-pihak yang hanya ingin memperkaya diri sendiri, akibatnya tempat yang dulu terkenal sebagai syurga ikan sekarang sangat memprihatinkan.

“Dulu awalnya kami sudah sepakat sama Ombudsman sama Pak Presiden juga. Saya maunya kasih waktu setahun. Tapi nelayan waktu itu lobinya 2 tahun. Ya sudah kita setujui sampai Juli 2017 ini. Sekarang masih lagi minta perpanjang-perpanjang terus. Kalau dikasih terus bisa-bisa sampai tiga tahun ini. Keburu habis ikan kita,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait