Kamis, 6 Oktober 22

DEN: Menteri ESDM harus Paham Politik

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan, posisi Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) merupakan posisi yang strategis dalam pengelolahan energi di Indonesia. Oleh karena itu, posisi itu selain perlu diisi oleh sosok profesional, dan paham mengenai dinamika dunia politik.

Selanjutnya, dirinya pun mengusulkan agar Presiden Joko Widodo nantinya menentukan Menteri ESDM yang benar-benar mampu mampu mengelola energi, baik kemandirian dan ketahanan energi, untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan dan bisa mensejahterakan kemakmuran rakyat.

“Oleh karenanya kriteria menteri yang akan ditunjuk presiden adalah menteri yang mampu mendorong tercapainya visi misi energi kita,” ujar Syamsir di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/8).

Selain itu, kata Syamsir, Menteri ESDM tentunya harus profesional dan punya kemampuan dibidangnya serta paham mengenai perpolitikan.

“Walaupun dia profesional, juga harus paham tentang perpolitikan di kita, kalau dia buta, walaupun dia orang politik, tapi seharusnya dia memahami tentang perpolitikan kita,”katanya.

Lebih lanjut, Syamsir menegaskan menteri ESDM harus bisa meyakinkan bahwa urusan energi, negara harus hadir. Ia pun menambahkan, Menteri ESDM nantinya juga bisa berkoordinasi dengan kementerian yang terkait.

“Menteri ESDM ini harus meyakinkan betul urusan energi, bahwa negara harus hadir. Karena banyak hal, negara tidak hadir. Urusan energi lintas sektor, harusnya menteri ESDM harus berkoordinasi dengan kementerian lain, misalnya kementerian keuangan dan kementerian BUMN,” imbuh Syamsir.

Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan Presiden Jokowi harus memilih calon menteri ESDM yang bisa mensejahterahkan kemakmuran rakyat.

“Selain aspek kepemimpinan dan integritasnya bagus, tentu juga harus bisa menerjemahkan sektor ini (ESDM), yang memang benar-benar menetes ke kesejahteraan rakyat, yang dibawahnya meliputi listrik,minerba, minyak dan gas
yang tantangannya sangat kompleks,” kata Komaidi.

Ia juga menuturkan, Presiden Jokowi harus cermat dalam memilih Menteri ESDM. Pasalnya menteri ESDM merupakan sektor yang sangat strategis.

“Kedepan (Presiden ) tentu berhati-hati dalam memilih, karena ini sektor strategis, sektor yang sangat vital. Bangsa ini tentu menjadi bangsa yang besar, karena pandai mengelola kekayaan yang dimiliki, termasuk kekyaaan startegis dalam bentuk energi,” ungkapnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait