Kamis, 30 Juni 22

Mentan Tegaskan Nunukan Akan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Daerah Perbatasan bukan hanya menjadi garda depan NKRI. Menurutnya, daerah perbatasan harus pula menjadi penyangga ekonomi dan lumbung pangan nasional.

“Kita tahu bersama bahwa Nawacita adalah membangun dari pinggiran termasuk sektor pertanian,” ungkap Amran saat disela-sela memulai Tanam Raya/Bersama di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10/2017).

Mentan mengungkapkan bahwa sebagai bukti salah satu keberhasilan Nawacita adalah para petani di Entikong yang sudah melakukan ekspor beras, dan di Belu juga mampu mengekspor bawang, serta Petani di Merauke telah memgekspor beras ke Papua New Guenea.

“Empat wilayah sudah mengekspor hasil pertanian ke negara tetangga. Oleh karena itu, kita juga akan melakukan hal yang sama di Nunukan ini. Insha Allah, kita akan gerakan segala hal yang berpotensi demi terciptanya lumbung pangan nasional di daerah perbatasan,” ungkap Amran.

Terkait ekpor hasil pertanian, lanjut Amran, Pihak Malaysia juga sudah siap dan terbuka melakukan impor dari Indonesia. Bahkan Amran menegaskan bahwa pihaknya sudah berbicara langsung dengan Dato’ Sri Ahmad Sabery (Menteri Pertanian dan Industri Asa Tani Malaysia) guna membahas hal ini.

“Saya sudah lihat sendiri di Nunukan ini, hasil pertanian seperti pisang, kakao, lada dan padi sudah sangat berkwalitas ekspor. Kita tinggal dorong dan mengedukasi masyarakat di sini untuk lebih meningkatkan hasil pertanian mereka,” paparnya.

Mentan kembali menegaskan bahwa selagi terjadi sinergisitas antara pemerintah dengan para petani, maka realisasi lumbung pangan nasional di Nunukan adalah sebuah keniscayaan.

“Dulu kita mengimpor jagung 3,6 juta ton per tahun. Sekarang belum ada setahun kita sudah mampu swasembada jagung. Artinya Pemerintah sudah bersikap dan bergerak cepat terkait hal ini,” ujar Mentan.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga sempat menyinggung sebuah komoditi petani berupa kelapa pandan wangi yang ia katakan sebagai kelapa berkwalitas unggul.

“Saya kaget, karena setelah saya keliling untuk menemukan kelapa pandan wangi terbaik, rupanya disini (Nunukan-red) kelapa tersebut berada. Kita harus dorong para petani untuk pengembangbiakan kelapa ini, karena kwalitasnya jauh melebihi kelapa dari Thailaf atau Vietnam,” pungkas Amran.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait