Rabu, 29 Juni 22

Menpora : Joni Belu Adalah Pahlawan Yang Layak Diberi Penghargaan oleh

Aksi spontan dan berani yang dilakukan oleh Yohannes Belu atau Joni Belu pada hari Jumat (17/8/2018), terus mendapat pujian dari berbagai pihak. Saat itu Joni Belu memanjat tiang bendera untuk mengurai tali yang tersangkut dipuncak tiang saat Pengibaran Sang Saka Merah Putih, dalam peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI -73 di di Motaain, Seda Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bahkan secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Pelajar Kelas VII SMP Negeri Silawan tersebut. Imam bahkan menyebut bocah itu sebagai Idola baru dan Pahlawan di Hari Peringatan Kemerdekaan.

“Kalau ada yang bertanya siapa pahlawan hari ini saya katakan adalah Joni Belu. Joni yang berasal dari Kabupaten Belu. Dia tidak ada rasa takutnya kecuali bendera Merah Putih diselamatkan dan bisa dikibarkan di perbatasan Atambua dan Timor Leste,” ujar Imam di Kompleks Istana Negara, Jumat (17/8/2018).

Menpora menegaskan bahwa kekagumanya terhadap Joni bukan sekedar ikut-ikutan apalagi tanpa alasan. Menurut Imam, alasan Joni yang memanjat tiang karena dia tidak ingin pengibaran Sang Saka Merah Putih terkendala bahkan terhenti,adalah sebuah spontanitas dari orang yang memiliki patriotisme tinggi.

“Joni secara nyata tanpa ada persiapan tanpa disuruh tanpa dipaksa dan bahkan ada yang minta dia turun ternyata tekadnya tidak pupus. Sebaliknya semakin bulat dia naik ke tiang paling tinggi dan menurut saya dialah pahlawan cilik yang patut kita berikan penghargaan,” paparnya.

Untuk itu Imam menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang secara khusus bocah pemberani tersebut. Bahkan Menpora berjanji akan mengajak bocah yang ia anggap telah menjadi penyelamat upacara bendera Merah Putih untuk menonton salah satu pertandingan olahraga Asian Games 2018.

“Nggak lama lagi, saya akan ajak Joni ke Jakarta,” pungkas Imam.

Aksi nekat dan berani Joni menjadi viral setelah seorang pengguna jejaring sosial Facebook bernama Ika Silalahi mengunggah aksi bocar tersebut di dinding akun nya. Dalam unggahan yang sampai sat ini sudah mendapat respon dari puluhan ribu pengguna medsos dan terus dibagikan ke secara berantai oleh para netizen tersebut, Ika menyertakan caption berupa pesan agar jangan minder saat dipandang kecil.

“Jangan pernah anggap dirimu kecil dan tidak berguna. Anak kecil dari Atambua ini memanjat tiang bendera untuk mengambil bagian tali yang terlepas saat bendera dibentangkan. Apapun yang terjadi Merah Putih harus tetap berkibar!!
Dirgahayu negeriku,” tulis Ika.

Sementara itu, Joni sendiri juga mengakui bahwa perbuatanya tersebut spontan atas kemauanya sendiri. Ia melakukan itu karena pada saat yang sama, tali pengerak bendera tersangkut pada puncak tiang sedangkan bendera harus segera di kibarkan.

“Tiba-tiba kemauan untuk memanjat tiang bendera dan kembali mengikat talinya yang putus datang begitu saja. Jadi tidak ada yang perintahkan saya untuk panjat,” ujar Joni sebagaimana dilansir dari Antara, Jumat (17/8/2018).

Bocah yang kesehariannya hanya membantu orang tuanya memilih asam dan sekaligus memanjat pohon asam untuk dijual di pasar itu, tidak menyangka bahwa aksinya tersebut akan membuat banyak orang yang membicarakanya. Apalagi sejak aksinya menjadi viral, banyak pihak mulai dari wartawan, pejabat daerah setempat serta Aparat baik TNI maupun Polri yang datang menemuinya.

Bahkan ia tak menyangka jika aksinya itu juga akan mengundang resapon dari Menpora. Sehingga ketika mendengar bahwa Imam Nahrawi akan mengajaknya ke Jakarta, Joni masih tidak percaya dan menganggap itu bagaikan mimpi belaka.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait