Sabtu, 26 November 22

Menkominfo Dukung Tindakan Tegas bagi Penyebar Ujaran Kebencian

Terkait penangkapan Ahmad Taufik (44 tahun), tersangka pelaku penggugah kalimat penebar kebencian (hate speech) terkait kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara, melalui media sosial (medsos) oleh aparat Polda Metro Jaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan mendukung sepenuhnya tindakan tegas kepolisian dalam menangani ujaran kebencian terkait suku agama ras dan antargolongan (SARA) di dunia maya.

Menurut Rudiantara, ujaran kebencian jelas-jelas bertentangan dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Hate speech itu tidak diperbolehkan, penyebaran berita kebencian sampai SARA itu bertentangan dengan UU ITE pasal 28 ayat 2. Hukuman pidananya ada maksimal enam tahun denda maksimal sampai Rp1 miliar,” katanya di Jakarta, Selasa (2/8/2016)

“Itu jelas melanggar undang-undang kok. Saya sudah bicara sama Pak Tito (Kapolri), saya kasih karpet merah pada polisi karena untuk penyelidikan dan penyidikan kasus kriminalnya ada di polisi,” tambahnya.

Ditambahkannya, Menkominfo akan langsung menindaklanjuti bila pihaknya diminta polisi untuk memblokir laman yang bersifat memprovokasi pengguna internet.

“Enggak perlu rekomendasi, minta saja kita blokir, karena ini jelas bertentangan dengan undang-undang. Kalau kita ragu-ragu masuk panel, ini jelas bertentangan dengan UU,” tegasnya.

 

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait