Sabtu, 24 Februari 24

Menko Luhut: Ada Peluang Untuk Kerja Sama Pembangunan LRT dengan Korsel

Menko Maritim, Luhut B. Pandjaitan mengatakan pihaknya melihat ada peluang kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) di bidang industri kereta api, dalam hal ini LRT. Kerja sama pembangunan LRT dengan Korsel, bisa dilkukan dengan Hyundai Railroading Technology System (Rotem).

Menurut Luhut, Hyundai Rotem sudah melakukan kerjasama dengan beberapa negara, bahkan membangun pabrik di negara lain. Hal tersebut dikatakan Luhut, saat ia memenuhi undangan perusahaan tersebut untuk berkunjung ke unit pabrik pembuatan kereta di Busan, Korea Selatan, yang memproduksi LRT maupun kereta cepat.

“Mereka mengatakan siap untuk melakukan transfer teknologi dalam proses pembangunan proyek LRT ini. Karena hal teraebut sudah mereka lakukan di banyak negara, seperti di Turki. Menurut Hyundai, mereka sudah mendirikan pabrik di Turki untuk mengakomodasi kebutuhan kereta di sana,” ujar Menko Luhut.

Menko Luhut di Pabrik Hyundai Railroading Technology System (Rotem). Foto Dokumen
Menko Luhut di Pabrik Hyundai Railroading Technology System (Rotem). Foto Dokumen

Dalam kunjungan ini Menko Luhut mendapat penjelasan dan paparan dari perusahaan tersebut, yang sudah menyuplai dan membangun sarana perkeretaapian di 36 negara -di luar Korea Selatan- termasuk di Vancouver, Kanada dan Boston, Amerika Serikat.

Luhut mengatakan yang terpenting dari pembangunan infrastruktur selain transfer teknologi, juga penggunaan produk lokal. Hal tersebut, juga diamini oleh Kim Seung-tack, CEO Hyundai Rotem.

“Di pabrik yang kami dirikan di Turki, penggunaan lokal kontennya telah mencapai 51%. Tentu hal yang sama bisa kami terapkan untuk Indonesia,” ujar Kim, yang kami lansir dari Humas Kemenko Kemaritiman.

Menko Maritim Luhut B Panjaitan, di atas LRT produksi Hyundai Rotem. (Foto dokumen)
Menko Maritim Luhut B Panjaitan, di atas LRT produksi Hyundai Rotem. (Foto dokumen)

PT INKA yang diwakili Executive Vice President untuk Overseas Marketing, Bambang Kushendarto menyambut baik karena ia melihat ada teknologi perusahaan tersebut yang belum pernah dibuat PT INKA. Menurut Bambang dari apa yang dilihatnya, produk Hyundai cukup kompatibel untuk Indonesia.

Menko Luhut bercerita, bahwa ia juga menanyakan kepada Kim tentang kesanggupannya jika harus menyelesaikan pembangunan LRT dalam waktu 15-16 bulan. Dan Kim mengatakan kesanggupannya, dengan proses pembangunan pertama sebeaar 30% dilakukan di Busan, dan 70% sisanya dilakukan di Indonesia. Menko Luhut berharap kerja sama pembangunan LRT dengan Korsel semakin mungkin, jika harga yang mereka tawarkan bisa sesuai dengan anggaran yang ada.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait