Jumat, 30 September 22

Menhan: Berbahaya Kalau TNI jadi Partisan

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan, bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) belum saatnya terlibat dalam politik praktis. TNI masih perlu memperkuat institusi dan menjadikan diri sebagai tentara profesional supaya siap ketika diberikan hak politiknya.

“Sekarang enggak pas. Kondisi kita kan belum matang,” kata Ryamizard di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, sangat repot jika TNI diberikan hak politiknya. Menurutnya, nanti akan ada tentara yang partisan yang dikuatirkan akan dipakai oleh partai tertentu untuk kepentingannya.

“Jangan sampai nanti ada TNI PDIP, TNI Golkar. Itu bahaya,” tutur mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini.

Ryamizard menegaskan, setelah masuk TNI maka para prajurit kehilangan haknya dalam politik praktis. Jika ingin maju menjadi kepala daerah atau calon presiden, kata dia, harus mundur dari TNI.

“Tidak melarang berpolitik tetapi harus keluar dari tentara. Itu aturan yang berlaku,” tegasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait