Kamis, 30 Juni 22

Mendikbud Dukung Pengembalian Cattra Ke Puncak Candi Borobudur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendy mendukung pengembalian Cattra (punyak payung stupa ) dari museum Karmawibangga Borobudur ke tempatnya semula yakni puncak Candi Borobudur. Namun Muhajir minta agar hal tersebut dikonsultasikan dulu pada para ahli di bidangnya. Hal tersebut diutarakan Muhajir usai membuka kegiatan Borobudur Cultural Feast 2017 di Lapangan Parkir Utara Candi Borobudur, Sabtu (30/12/2017).

“Pada intinya Kemendikbud tidak ada masalah (pemindahan cattra ), silakan, secara teknis segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Karena chattra ini merupakan benda istimewa yang menjadi bagian penting dari Candi Borobudur,Muhajir mewanti-wanti agar proses pengembalian dikakukan dengan sangat hati-hati. Apalagi menurut Muhajir, cattra juga merupakan benda yang berkaitan dengan agama,maka tentu para ahli agama (agama Budha) juga harus dibatkan.

“Karena ini ada nilai-nilai keagamaannya, ada ritusnya, ritualnya, ada makna di baliknya maka harus betul-betul hati-hati. Konsultasi dengan pihak yang tahu dan paham akan keberadaan benda ini,” imbuhnya.

Muhajir menjelaskan bahwa Cattra tersebut adalah salah satu kesatuan yang tak bisa dipisah dari Candi borobudur bahkan merupakan puncak dari Borobudur. Ia juga mengungkapkan bahwa telah dihubungi para pemuka agama Budha baik dari Indonesia atau dari internasional yang meminta agar cattra tersebut dikembalikan ketempat semula.

Cattra (punyak payung stupa ) yang sebelumnya berada di Puncak Stupa Borobudur, kini tersimpan di Musium Karmawibangga (Foto Arsip) Borobudur
Cattra (punyak payung stupa ) yang sebelumnya berada di Puncak Stupa Borobudur, kini tersimpan di Musium Karmawibangga (Foto Arsip) Borobudur

“Berdasarkan penelitian yang sudah bisa dipertanggunjawabkan, itu (chattra) adalah bagian dari puncak Candi Borobudur. Banyak tokoh agama Buddha dari Indonesia dan internasional minta itu dikembalikan, dan semakin cepat semakin baik, ” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sekitar tahun 1907-1911 Theodor van Erp memimpin pemugaran candi Borobudur.Tujuh bulan pertama dihabiskan untuk menggali tanah di sekitar monumen untuk menemukan kepala buddha yang hilang dan panel batu. Van Erp membongkar dan membangun kembali tiga teras melingkar dan stupa di bagian puncak.

Dalam proses pemugaran, Van Erp menemukan banyak bagian candi yang harus diperbaiiki. Maka ia mengajukan proposal rekosnstruksi dengan biaya sekitar 34.600 gulden. Selanjutnya ia dengan teliti merekonstruksi chattra (payung batu susun tiga) yang memahkotai puncak Borobudur.

Pada pandangan pertama, Borobudur telah pulih seperti pada masa kejayaannya. Akan tetapi rekonstruksi chattra hanya menggunakan sedikit batu asli dan hanya rekaan kira-kira. Karena dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya, Van Erp membongkar sendiri bagian chattra tersebut.

Kini mustaka atau kemuncak (cattra) Borobudur susun tiga tersebut tersimpan di Museum Karmawibhangga Borobudur. Karena cattra merupakan mahkota Borobudur, maka permintaan Mendikbud agar menjaga kehati-hatian dalam pemasangan kembali cattra tersebut adalah hal yang sangat beralasan. Apalagi Candi Borobudur adalah warisan dunia sehingga ada hal yang perlu dijaga. Seperti integritas dan keasliannya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait