Kamis, 1 Desember 22

Mendagri Siap Polisikan Salah Satu Pendukung Ahok Yang Memaki Jokowi

Orasi dari salah satu Aktivis pendukung Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di depan Rutan Cipinang pada Selasa (9/5/2017) lalu berbuntut panjang. Pasalnya dalam ucapanya, Relawan pendukung Ahok tersebut  mengeluarkan kata-kata makian kepada Presiden Joko Widodo. Dan hal ini membuat Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo berang.

Tak tanggung-tanggung, sebagai bentuk kemarahan,Mendagri bahkan menyebutkan langsung identitas aktivis tersebut melalui pesang singkatnya pada para Wartawan ,Kamis (11/5/2017) dan sebagai realisasi ancamanya, apabila dalam waktu seminggu aktivis yang bernama Veronika Koman tersebut tidak meminta maaf secara terbuka,maka Mendagri akan mempolisikan yang bersangkutan.

“Pendukung Pak Ahok memaki-maki Pak Jokowi karena Pak Ahok kalah Pilkada dan ditahan? Orangnya akan saya kejar akan saya lawan relawan itu. Mulutmu harimaumu,” ujar Tjahyo.

Kepada Wartawan, Mendagri juga menyebarkan potongan video dalam durasi 30 saat Veronika berorasi. dalam video tersebut terrekam jelas pernyataan Veronika yang menyebut-nyebut nama Presiden Jokowi dan hal itu menurut Tjahyo sangat mendeskrediktkan Joko Widodo sebagai Presiden.

“Salah Pak Jokowi apa, kok selalu dikait-kaitkan masalah Pak Ahok. Silakan dengar orasinya (Veronoka Koman-red) dan bagaimana pendapat anda kalau anda dituduh begitu?”

Dalam potongan video tersebut, Veronika menyebut “rezim Jokowi adalah rezim terparah dari rezim SBY” dan hal itu menurut Mendagri dapat membuat pengertian yang multitafsir seolah-olah Presiden Jokowi terlibat dalam proses hukum Basuki Tjahaya Purnama padahal Mendagri menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Lembaga yang sudah diatur dalam undang-undang.

Tjahyo menambahkan bahwa sikapnya yang akan diambil terkait Veronika Koman tersebut, juga menurutnya sebagai pendidikan politik kepada siapapun agar tidak sembarang melemparkan tuduhan dan fitnahan terlebih kepada Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, Veronika Koman sendiri sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi terkait kemarahan Mendagri tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait