Sabtu, 2 Juli 22

Mendagri Duga e-KTP Yang Tercecer Di Bogor Adalah Unsur Kesengajaan

Ratusan e KTP dalam kardus yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Bogor, Sabtu (26/5/2018) mengundang berbagai persepsi publik. Pasalnya e KTP yang tercecer di Bogor tersebut, bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerintahkan kepada perangkat kerja terkait di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menginvestigasi peristiwa tersebut. Tjaho menduga tersecernya e-KTP itu bukan karena kelalaian tapi sarat dengan unsur kesengajaan.

Bahkan Tjahjo menduga adanya sabotase dalam kejadian tersebut karena semestinya e KTP yang rusak atau invid langsung dihancurkan. Lebih lanjut Tjahjo menuturkan bahwa seharusnya pemindahan e KTP menggunakan kendaraan tertutup dan disertai pengawalan.

“Apa tidak ada truk tertutup? Kok pakai mobil terbuka dan tidak dijaga walau hanya ratusan yang tercecer,” ujar Mendagri melalui pesan tertulisnya yang diterima indeksberita.com , Minggu (27/5/2018).

Meski e-KTP yang diangkut dan tercecer hanya dua kardus, Tjahjo menegaskan bahwa hal tersebut rawan menjadi sebuah penyalah gunaan. Untuk itu ia memerintahkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memusnahhkan semua e-KTP yang rusak atau invalid agar tak disalahgunakan.

Mendagri juga sudah meminta Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Biro Hukum Kemendagri untuk melaksanakan investigasi di Ditjen Dukcapil terkait pihak yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Bahkan, ia ingin sebagai bentuk tanggung jawab, maka pejabat yang terbukti terlibat langsung dibebastugaskan.

“Selasa besok harus selesai usulan mutasi pejabat Dukcapil yang harus bertanggung jawab (agar) di-nonjobkan. Saya berpendapat sebagai Mendagri, ini sudah bukan kelalaian tapi sudah unsur kesengajaan,” tandas Tjahjo.

Sebagaimana diketahui sebanyak dua kardus mie instan yang berisi e-KTP itu jatuh dari sebuah truk bak terbuka di Jl Semplak Bogor. Isi kardus pun tumpah sehingga e-KTP berceceran. Pada e-KTP yang tercecer tertulis alamat di Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah, Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di Kabupaten Bogor terverifikasi sebagai e-KTP rusak yang jumlah sebanyak satu dus dan seperempat karung.

Ia menegaskan e-KTP sudah diamankan ke dalam gudang penyimpanan milik Kemendagri di Semplak, Kabupaten Bogor. Pengamanan e-KTP tersebut dilakukan oleh petugas Kemendagri dibantu aparat Kepolisian Resor Kabupaten Bogor.

“e KTP yang invalid itu memang sedang dipindahkan dari gudang sementara e-KTP di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menuju gudang Kemendagri di Semplak,” papar Zudan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait