Minggu, 25 September 22

Menaker Kunjungi Pabrik Petasan yang Terbakar di Kosambi: Sarana dan Prasarana K3 Tidak Memadai

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri melakukan kunjungan ke lokasi terjadinya kebakaran di pabrik petasan dan kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu (29/10/2017). Menaker kunjungi pabrik petasan yang terbakar di Kosambi tersebut, didampingi oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Tujuan dari kunjungan Menaker ke pabrik petasan yang terbakar, untuk memantau Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan pabrik tersebut. Kemudian, Menaker turut serta menyolati dan mendoakan salah satu korban kebaran Maryati Binti Dai, perempuan berusia 28 tahun asal Kampung Slembaran Desa Blimbing, kwcamatan Kosambi Tangerang, yang di sholatkan di Masjid Baitrurrahman tak jauh dari lokasi kejadian.

Menaker Hamid Dhakiri kepada wartawan menyatakan bahwa ia datang bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto,, dan setelah itu mereka juga akan mengunjungi keluarga korban.

“Saat ini saya ditemani oleh Pak Agus Direktur BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi lokasi ini. Setelahnya, kita bersama-sama akan mengunjungi¬† keluarga korban dan rumah sakit yang jadi tempat perawatan mereka,” ujar Menaker.

Menaker mengungkapkan, dari hasil temuan sementara pabrik kembang api tersebut tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk keselamatan dan kesehatan tenaga kerjanya. Bangunan pabrik lebih layak disebut gudang.

“Bangunan pabrik lebih layak disebut gudang. Tidak ada jalur evakuasi. Kedua, karena ini juga menyimpan pengelola dan produksi bahan baku berbahaya, tentunya dari sisi keselematan kerja, lebih tinggi yang masuk kategori berbahaya,” papar Menaker.

Menaker menegaskan sudah menginstruksikan jajaran pengawas ketenagakerjaan untuk mengusut tuntas kasus ledakan ini. Menurutnya, kecelakaan kerja sering diakibatkan oleh kurangnya kesadaran pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya di lingkungan kerja.

“Banyak pengusaha masih mengabaikan pekerja, mengabaikan keselamatan kerja. Ini (kesadaran pentingnya k3-red) harus terus diperkuat,” imbau Menaker.

Terkait dengan sanksi, Menaker akan melihat konstruksi hukum terlebih dahulu. Sampai saat ini Kemnaker terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

“Pengawasan ketenagakerjaan dari sisi kewenangan ini sekarang ada di provinsi. Karena ditarik. Terlepas dari itu semua pengawasan harus diperkuat,” urai Menaker.

Menaker mendorong para Gubernur dan Kepala Daerah lain untuk memastikan agar pengawasan ketenagakerjaan terus berjalan dengan lebih baik. Selain itu, dukungan teknologi juga harus dimaksimalkan untuk mengoptimalkan pengawasan ketenagakerjaan.

“Itu yang sekarang harus kita koordinasikan dan konsolidasikan bahwa kewenangan sudah ada di provinsi tapi juga pengawasan bisa tetap didaerah sehingga Kementerian Ketenagakerjaan yang istilahnya menyiapkan sistemnya juga akan terus berkoordinasi,” katanya.

Untuk diketahui, dari total jumlah total 103 pekerja di perusahaan petasan dan kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses, hanya 27 diataranya yang terdaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi salah satu temuan pelanggran ketenagakerjaan.

“Korban yang menjadi peserta BPJS pasti akan diberikan haknya sesuai dengan ketentuan yang ada. Kalau yang tidak, pemerintah tentu pasti akan memberikan tapi kita juga akan usahakan kepada pengusaha misalnya untuk bertanggungjawab penuh untuk standar BPJS,” pungkas Menaker.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait