Jumat, 2 Desember 22

Mempertahankan Bisnis Dengan Go Start-UP

Membangun bisnis tentu menguras beban, baik waktu, tenaga, biaya dan yang paling berat adalah bagaimana cara pelaku dalam mempertahankannya. Terlebih apabila kompetitor semakin garang dan agresif dalam memodifikasi nilai dan harga produk yang semakin meremukkan pasar. Apabila lambat atau bahkan salah dalam melangkah, tiga hasil segera didapat; (1) produk tidak dilirik, (2) dilupakan dan bahkan (3) bisnis hengkang. Maka dari itu, suatu bisnis yang telah berdiri diharapkan semakin bijak dan cepat dalam menjalankan misinya, tentunya didasarkan pada kepekaan pelaku pada kondisi pasar.

Untuk mempertahankan bisnis, dibutuhkan investasi yang mampu menjawab setiap masalah pasar. Pembelian peralatan baru ataupun menambah aset lainnya, merupakan dua diantaranya. Yang menjadi pertanyaan, “manakah yang cukup handal?” dan hal tersebut perlu dipikirkan dengan sangat matang. Investasi baik jangka pendek maupun panjang, perlu mempertimbangkan seberapa dalam uang menyentuh dasar kantung, salah berinvestasi uang pun akan terkuras dengan sia-sia. Perlu diingat, tujuan pelaku dalam membangun suatu bisnis adalah “making money”, bukan malah menghabiskannya.

Berinvestasi di ranah perkembangan teknologi merupakan langkah yang tepat. Disamping itu, perkembangannya juga beriringan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat. Kini segalanya dapat diakses oleh kedua tangan, hasilnya pun lebih cepat dan akurat. Apalagi dengan munculnya internet sebagai media baru yang mempermudahkan kita dalam memperoleh maupun berbagi segala informasi secara maya dan tanpa batas. Berbagai piranti keras yang telah lama kita kenal pun menggunakan internet sebagai basisnya, tidak hanya komputer, namun telefon, televisi bahkan kamera. Lalu bagaimana dengan bisnis? Entrepreneur era ini menyebutnya sebagai start-up.

Peran Start UP

Start-up merupakan model maupun sistem dari bisnis yang menggunakan internet dan teknologi sebagai basis utama dalam berbagi dan memperoleh informasi. Dengan bermodalkan piranti keras komputer hingga telefon pintar, kegiatan manajerial pun bergerak layaknya menghentikkan jari. Tujuan dari model bisnis ini tidak lain untuk memfasilitasi masyarakat dengan segala informasi yang mereka inginkan dan tentunya dengan lebih cepat dan akurat. Disamping itu, start-up memiliki peran penting dalam menjembatani pelaku bisnis dan bisnisnya dengan gaya hidup masyarakat yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi dan internet, yaitu memperoleh informasi dengan lebih mudah, murah dan real time online.

Implementasi start-up dalam bisnis tentunya memiliki banyak keuntungan, terlebih dalam memangkas beban, baik waktu, tenaga, biaya dan tentunya meringankan pelaku dalam mempertahankan bisnisnya. Contohnya, Matahari department store (MDS) yang berinvestasi pada start-up-nya, yaitu www.mataharimall.com dalam menjawab tantangan pasar e-commerce Indonesia sebagai pemain baru. Tentunya MDS tidak semerta-merta membuat website penjualan hanya karena ingin mengikuti trend bisnis, namun hal tersebut juga mempertimbangkan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar melakukan online shopping.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait