Senin, 26 September 22

Membangun Ekosistem Broadband dan Menarik Investasi Melalui Penerbitan Obligasi

Kita harus percaya diri bahwa kaum muda kita memiliki kreativitas tinggi, dan sektor kreatif di bidang IT merupakan wadah yang tepat bagi mereka dalam mengembangkan diri. Ini sudah terbukti karena selama ini anak-anak muda kita banya yang sudah “berjibaku” dan bahkan sudah masuk dalam standar internasional. Nah untuk menunjang mereka, maka perlu dibuat ekositemnya, sehingga mereka memiliki kesempatan yang luas untuk berkarya. Ekosistem ini bisa dinamakan dengan Broadband Economy.

Kesempatan ini yang harus pemerintah sediakan. Jika semua itu diserahkan ke google, maka pemerintah tidak dapat apa-apa dan pengangguran akan bertambah. Karena akses broadband akan di bypass langsung oleh google ke masyarakat.
Itulah pernyataan tegas yang dikemukakan oleh Wahyu Trenggono, dalam diskusi: Prospek Ekonomi Indonesia di Tahun 2016  yang dilaksanakan oleh indeksberita.com. Saat ditanyakan mengenai pendanaannya, maka jawabannya cukup tegas: Tarik dari swasta.

Bagaimana menariknya, berikut penjelasan Trenggono:
“Banyak orang kita yang memiliki uang dan menempatkannya di luar negeri. Dana mereka dapat kita tarik melalui penerbitan obligasi dengan tingkat bunga yang menarik dan tenornya panjang. Jika ini dikerjakan dengan baik dan hati yang iklas, maka akan banyak didapat investasi di dalam negeri.  Investasi ini tidak hanya bisa digunakan untuk membangun industri kreatif, juga membangun proyek-proyek infrastruktur”.

“Lebih tepat menarik dana masyarakat yang ada di luar negeri melalui penerbitan obligasi dibanding tax amnesti” tambah Trenggono dalam diskusi tersebut. “ Atau mengkombinasikannya, tax amnesti lebih bertujuan untuk mencari atau menjaring wajib pajak baru, agar tidak terkesan memancing di dalam kolam sendiri. Sedangkan penerbitan obligasi bertujuan menarik dana segar yang di parkir di luar negeri dengan bunga yang menarik”.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait