Jumat, 9 Desember 22

Membangun Bangsa melalui Bahasa Indonesia

Salah satu yang mungkin tidak banyak di ketahui oleh masyarakat luas adalah bentuk soft diplomacy Indonesia ke negara lain melalui dibangunnya kurikulum Bahasa Indonesia dan pengajarannya.

Divisi Warisan budaya dunia dan diplomasi, beberapa waktu yang lalu dalam perjalanan resmi ke Tunisia bersama kordinator delegasi Ibu Amalia Pulungan, melakukan perjumpaan dengan Dekan Faculté des Lettres et des Sciences Humaines Universitas Sousse, Dr. Moncef Ben Abdeljelil difasilitasi oleh Duta Besar Ronny P Yuliantoro.

Dr. Moncef Ben Abdeljelil menyampaikan kekagumannya
terhadap pemikiran-pemikiran cendekiawan Indonesia seperti Nurcholish Madjid serta konsep Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Menurutnya, Tunisia dapat belajar banyak dari Indonesia dan program Bahasa Indonesia akan menjadi pintu meresapnya nilai-nilai positif Indonesia ke dalam masyarakat Tunisia. Disampaikan pula harapannya agar dapat dibangunnya Indonesian Corner di Universitas Sousse, selain sebagai simbol kebudayaan dan pemikiran Indonesia di Tunisia, Indonesia Corner juga akan dapat dikembangkan menjadi Pusat Studi Kawasan mengenai Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada kesempatan pertemuan tersebut Direktur WDB Kemendikbud Dr. Nadjamuddin Ramlly menyampaikan bahwa Kemendikbud tengah mempersiapkan tenaga pengajar Bahasa Indonesia ke Tunisia yang juga menguasai Bahasa Arab serta dapat memperkenalkan berbagai aspek Indonesia (geografi. sosial, budaya dan lain-lain). Dalam hal ini, Dr. Nadjamuddin Ramlly menyampaikan bahwa Direktorat WDB akan berkoordinasi erat dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terkait rencana jangka panjang program Bahasa Indonesia di Tunisia tersebut.

Direktur WDB Kemendikbud juga mengundang partisipasi Dr. Moncef Ben Abdeljelil sebagai salah satu pembicara utama pada World Culture Forum di Indonesia pada bulan Oktober 2016.

Sebagai symbol penghargaan terhadap Prof. Moncef maka diserahkan sebuah skets gambar Nurcholis Madjid. Prof. Moncef berharap satu waktu di fakultasnya bisa didirikan sebuah ruang bernamakan Ruang Nurcholis Madjid sebagia bagian dari penghargaan terhadap pemikir Indonesia.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait