Kamis, 29 September 22

Mbalelo Soal FDS, Presiden Diminta Copot Mendikbud

Program Full Day School (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi terus menuai kontroversi. Meski sudah diambil kebijakan untuk menunda pelaksanaan Permendikbud tentang FDS, sambil menunggu Perpres yang sedang disusun menjadi payung hukum Program Penguatan Pendidikan Karakter sesuai dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Pasalnya, Muhajir Effendi di beberapa kesempatan, tetap saja menyatakan akan memberlakukan permendikbud tentang FDS, padahal yang bersangkutan telah di panggil oleh Presiden Jokowi bersamaan dengan Rais Aam PBNU K. H. Maruf Amin beberapa waktu lalu.

Sikap ini jelas Mbalelo dan terkesan menegasikan keberadaan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi tentu tidak sedang menunjukkan kekuasaannya ketika mengambil kebijakan menunda Pemberlakuan permendikbud tentang FDS dan akan menerbitkan Perpres, namun beliau tentu berdasarkan masukkan serta fakta terjadinya penolakan yang serius dari masyarakat yang menolak Pemberlakuan Full Day School, Mendikbud telah terlalu jauh.

Ridwan Darmawan, Ketua Persaudaraan Pengelola Madrasah Diniyyah Bogor mengatakan selayaknya Presiden Jokowi mencopot Mendikbud Muhajir Effendi.

“Saya kira pak Muhajir layak di copot, masih banyak koq stok tokoh – tokoh pendidikan yang layak untuk berkhidmat mengurus dunia pendidikan kita sesuai Nawacita dan Gerakan Nasional Revolusi Mental” ujar Ridwan di Jakarta, Rabu (12/7).

Ridwan menambahkan, Presiden jelas sudah mengintruksikan untuk membatalkan Permendikbud FDS, dan akan diterbitkan Perpres yang penyusunannya melibatkan seluruh unsur masyarakat dan organisasi masyarakat yang kompeten. “kok Mendikbud memaksakan program itu tetap jalan, ini jelas pembangkangan”. geram Ridwan.

“kami tetap menolak Pemberlakuan FDS, karena jelas akan memberangus keberadaan Madrasah-madrasah Diniyyah yang kami kelola yang telah ada sejak orang tua kami mendirikannya sebagai bagian dari khidmat orang tua kami bagi sumbangsih untuk Negeri,” tutup Ridwan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait