Sabtu, 24 Februari 24

Mau Jadi Penulis, Ini Tips dari Simon Winchester, Penulis Best Seller Dunia

Batavia tahun 1883, adalah salah satu kota dunia yang disinggahi kelompok sirkus terkenal dari Amerika Seikat. Saat itu ada seorang primadona sirkus yang selama menginap di hotel selalu bersama anak gajah yang lucu. Namun pada 27 Agustus tahun itu, sang anak gajah resah tak karuan. Ia kemudian mengamuk dan membuat onar hotel. Rupanya instink sebagai seekor binatang akan adanya gunung meletus tergambar dari polah binatang itu yang tak dimengerti manusia.

Itulah apa yang disebut “Keep Story Growing” seperti digambaran dalam buku “Krakatoa: The Day the World Exploded” karya Simon Winchester (74). Kemarin malam, (2/11) di nDalem Natan, Kotagede, Yogyakarta, Simon Winchester mengungkapkan rahasia bagaimana menulis buku yang baik. Sedikitnya 50 orang mahasiswa, calon penulis dan penulis Yogyakarta beruntung mengikuti pengalaman langsung dari Simon.

Simon Winchester geolog lulusan Universitas Oxford ini menulis sekitar 20 buku best seller dunia. Buku-bukunya antara lain Krakatoa: The Day the World Exploded (2003), Pacific (1991), The Man Who Loved China (2008), The Men Who United States (2013). Tentang Krakatoa, ia menemukan perbedaan saat mengadakan pemitretan di Anak Kratau pada 1975 dan 1986. Selang 11 tahun anak gunung di tengah laut itu membesar sekitar 500 kaki. Simon menyimpulkan gunung itu tumbuh lumayan cepat. Simon melakukan riset literatus untuk menulis Krakatoa selama 1,5 tahun.simon4

Simon Winchester geolog lulusan Universitas Oxford ini menulis sekitar 20 buku best seller dunia. Buku-bukunya antara lain Krakatoa: The Day the World Exploded (2003), Pacific (1991), The Man Who Loved China (2008), The Men Who United States (2013). Tentang Krakatoa, ia menemukan perbedaan saat mengadakan pemitretan di Anak Kratau pada 1975 dan 1986. Selang 11 tahun anak gunung di tengah laut itu membesar sekitar 500 kaki. Simon menyimpulkan gunung itu tumbuh lumayan cepat. Simon melakukan riset literatus untuk menulis Krakatoa selama 1,5 tahun.

Tips dari Simon untuk menjadi penulis baik: Banyak membaca, buka mata dan telinga, jangan hilang kekaguman pada segala hal yang mereka temui. “Dunia harus dilihat dari kaca mata anak usia 10 tahun, yang selalu kagum melihat semua hal dan selalu ingin tahu tentang segalanya,” tambah Simon. Namun soal idealis, “Saya hanya menulis, tidak mengajar. Saya akui tulisan saya tak terlalu idealis sebab saya ‘berkompromi’ dengan (calon) pembaca,” aku Simon.

simon2

“Data yang banyak kita miliki, kata penulis yang sebelum ke Jogja menghadiri Ubud Wrter and Reader Festival 2017 ini, harus disajikan dengan cara yang menarik. Jika mau menulis buku, beli semua buku yang terkait dengan yang akan ditulis. Pelajari jurnal penelitian ilmiah yang terbit terkait dengan tulisan. Dan, kunjungi tempat yang akan ditulis.

Juga lakukan penelusuran atau membuka arsip-arsip lama terkait yang akan ditulis. Biasanya Simon mengumpulkan data (bahan tulisan) selama 18 bulan dan menulis selama 12 bulan. Tuan rumah acara ini Nasir Tamara menyatakan, kesempatan belajar langsung dari penulis internasional ini sangat langka. “Simon juga senang karena banyak pertanyaan dari peserta,” kata Nasir yang juga Ketua Persatuan Penulis Indonesia, Satupena.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait