Kamis, 7 Juli 22

Luruskan Aburizal, Akbar Tanjung Sebut Wanbin Perlu Didengar, Tapi Tak Wajib Dijalankan

“Wanbin perlu didengar. Wajib itu tidak ada. Saat munas, kami berpendapat tidak ada istilah wajib. Arahannya memang perlu diperhatikan…”

Jakarta – Dinamika baru di Partai Golkar kini berhulu dari soal peran Dewan Pembina (Wanbin). Meluruskan pernyataan Ketua Wanbin Aburizal Bakrie (Ical) yang dalam beberapa kali kesempatan mengatakan restu Wanbin diperlukan dan saran Wanbin wajib dijalankan, Akbar Tanjung berpendapat sebaliknya bahwa masukan wanbin perlu didengar tapi tak wajib dijalankan oleh DPP.

“Wanbin perlu didengar. Wajib itu tidak ada. Saat munas, kami berpendapat tidak ada istilah wajib. Arahannya memang perlu diperhatikan,” kata Akbar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (20/6/2016).

Sementara, terkait dukungan Golkar ke Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang memicu silang pendapat soal wanbin itu, Akbar menganggap dukungan itu terburu-buru.

Menurut mantan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar tersebut, Golkar harus lebih dahulu mendengarkan suara wakil rakyat di tingkat DKI sebelum mengambil keputusan.

“Lebih baik dengar masukan dari bawah. Dari pengurus Golkar yang ada di DPRD. Kan juga waktu masih panjang. Ini terlalu cepat,” ujarnya.

Namun, saat ditanya mengenai calon lain yang lebih tepat selain Ahok, Akbar enggan menyebut nama.

“Partai juga bisa cari tokoh yang lain yang dianggap tepat. Menurut saya, pendapat dari bawah perlu didengar,” ucap Akbar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait