Kamis, 29 September 22

Lirik Lagu ‘Jogja Istimewa’ Dijiplak Relawan Prabowo-Sandi, Kill The DJ Lapor Ke Polisi

Seniman dan juga Raper Marzuki Mohamad alias Kill The DJ resmi mengambil langkah hukum terkait karya ciptanya yang berupa lagu ‘Jogja Istimewa’ digunakan oleh Relawan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Selain menggunakan lagunya sebagai sarana Kampanye, Marzuki geram pasalnya lagu tersebut digunakan tanpa seizinya.

Namun dalam laporanya, Kill (Marzuki) mengungkapkan hanya melaporkan akun @CakKhum sebagai pengunggah video tersebut. Hal itu menurut Kill, pasalnya akun tersebut yang ia tahu pertama kali mengunggah video yang ia anggap berisikan plagiat dari sebuah karya seni miliknya.

Kan itu ada watermark akun yang menyebarkan pertama kali (lagu Jogja Istimewa yang diubah liriknya), ya akun yang menyebar pertama kali itu yang saya laporkan,” ungkap Kill saat menyambangi Polda DIY, Selasa (15/1/2019).

Sebenarnya Kill The DJ telah memberi kelonggaran kepada pihak yang mempergunakan lagunya dalam kampanye tersebut untuk meminta maaf secara terbuka. Namun hingga batas waktu yang ia tetapkan, Kill melihat tak ada upaya dari Relalawan Prabowo-Sandi tersebut menyatakan permintaan maafnya.

Kasus ini bermula saat Marzuki mendapati video ibu-ibu atau yang akrab dengam sebutan emak-emak pendukung Prabowo-Sandi menyanyikan lagu ciptaanya dalam sebuah sosisalisasi yang diunggah oleh akun @CakKhum pada 11 Januari 2019 pukul 12: 45 WIB.

Dalam video itu terlihat ‘emak-emak’ bernyanyi sembari mengacungkan dua jari. Terdengar jelas lirik dari nyanyian ‘emak-emak tersebut adalah lagu Jogja Istimewa yang dicipta Kill The DJ dan dinyanyikan oleh Jogja Hip Hop Foundation sekitar tahun 2009.

Namun dalam video tersebut, ada bait-bait lagu yang liriknya diganti seperti lirik ‘Istimewa negerinya istimewa orangnya’ diganti menjadi ‘Prabowo-Sandi pilihan kita.’ Lirik ‘Jogja istimewa untuk Indonesia’ diganti menjadi ‘Adil dan makmur tujuan kita’.

Dalam unggahanya, akun tersebut menyertakan kata-kata dukungan kepada Prabowo-Sandi dengan mencuit : Emak-emak Jogja Kompaknya Mantul
#2019TidakPilihPetugasPartai #2019GantiPresiden #2019PrabowoPresidenRI

Geram dengan hal tersebut, Kill The DJ lantas meretweet unggahan Cak Khum dengan mencuitkan kemarahanya. Ia menyebutkan bahwa para penjiplak lagunya adalah seperti pencuri dan menurutnya, bukan hanya dirinya yang marah namun juga masyarakat Yogyakarta akan marah atas penjiplakan lagu Jogja Istimewa sebagai alat berkampanye.

Hal tersebut menjadi viral saat Marzuki meluapkan kekesalan melalui akun Instagramnya. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tak pernah memberikan izin kepada siapapun untuk mempergunakan lagu Jogja Istimewa dalam Kampanye Politik.

“Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02,” tulis Marzuki.

Alasan tak memperkenankan lagunya digunakan untuk kampanye politik praktis, Marzuki mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat Yogyakarta punya kebanggaan dengan lagu tersebut. Sehingga Kill The DJ menyatakan, sampi saat ini pun, ia tak pernah mau mengganti liriknya karea sudah terlanjur akrab di telinga masyarakat Yogyakarta.

Kill juga menandaskan, meskipun ia adalah pendukung pasangan Jokowi, namun ia juga memastikan bahwa melarang lagunya nya digunakan untuk kampanye politik pasangan Jokowi- Maruf Amin. Ia juga menegaskan, kendati Relawan pendukung Jokowi yang mempergunakan lagu tersebut, apabila dinyanyikan saat kampanye politik, maka ia akan membawanya ke ranah hukum.

“Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum,” tegasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait