Jumat, 12 Agustus 22

Lintas Tokoh Ajak Masyarakat Rawat Kebhinnekaan dan Demokrasi Indonesia

Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan yang tergabung dalam ‘Koalisi Masyarakat Sipil’ mengajak masyarakat untuk merawat kebhinnekaan dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Hal tersebut mereka sampaikan terutama menanggapi rencana aksi bela Islam jilid III pada tanggal 2 November (212) mendatang.

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, Henny Supolo mengatakan, demonstrasi atas dasar apapun merupakan hak konstitusional warga yang harus dijamin oleh negara. Menurutnya, pembatasan atas demokrasi hanya dibenarkan jika kegiatan tersebut melanggar kepentingan dan ketertiban umum.

“Prinsip Siracusa membolehkan bahwa pembatasan hak dapat dilakukan dengan tidak membahayakan esensi hak tersebut,” ujar Henny saat Konfetensi Pers di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Senin (28/11).

Namun, dalam kaitan itu, lanjut Henny, rencana demonstrasi 212 jika dilakukan dapat mengganggu ketertiban umum, maka dapat dilarang.

“Polri harus mengambil langkah terukur tanpa menebarkan kecemasan lanjutan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kata Henny, sebagai negara hukum, negara tidak boleh tunduk pada kelompok intoleran yang memaksa kehendak dan mempengaruhi independensi penegak hukum.

“Tetapi Polri tetap tidak boleh mengambil langkah berlebihan termasuk menggunakan delik makar tanpa ukuran yang jelas untuk menjerat pihak-pihak yang diduga tetlibat dalam rencana tersebut. Penggunaan delik makar secara tidak akuntabel hanya akan membahayakan demokrasi,” katanya.

Kendati demikian, Henny menegaskan bahwa setiap orang memiliki tugas yang sama untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman Indonesia, sebagai bentuk ekspresi kenegarawanan (sense of statesmanship).

“Karena itu, kami menyerukan agar pengutamaan nilai-nilai perdamaian dan kerukunan menjadi perhatian semua elemen bangsa,” ujarnya.

“Permusuhan, intoleransi, dan mengikisnya penghargaan antar sesama memiliki daya rusak paling serius pada bangsa Indonesia,” tandasnya

Selain Henny Supolo, tokoh Masyarakat Sipil lainnya yang tergabung antara lain Usman Hamid, Al Araf, Todung Mulya Lubis, Hendardi, Marzuki Darusman, Alissa Wahid, Neng Dara Affiah, Romo Benny Soesetyo, HS Dillon, Daniel Dhakidae, Sulistyowati Irianto, KH. Husein Muhammad, Marzuki Wahid, Bonar Tigor Naipospos, Syamsuddin Harris, Alvons Kurnia, Rumadi, Sugeng Teguh Santoso, Ray Rangkuti, Ismail Hasani, Nia Sjarifuddin, Petrus Selestinus, Karlina Leksono, Haris Azhar, Jerry Sumampouw, Muhammad Hafiz, Asfin Situmorang, dan lain-lain dari berbagai elemen demokrasi lainnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait