Rabu, 25 Mei 22

Lebaran Kuda

Menjelang demonstrasi 4 Nopember di Jakarta menuntut penyelesaian hukum dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, hampir semua perhatian publik mengarah ke sana. Para elit sibuk bermanuver. Dimulai kunjungan Presiden Joko Widodo menemui rivalnya saat pemilihan presiden 2014, Prabowo Subianto. Suasana menjadi cair, Sejurus dengan itu di dunia maya langsung bertebaran meme dan lelucon kedua tokoh menunggang kuda. Ya, politik tak harus tegang, perlu humor.

Salah satu humor yang beredar di Facebook dan twitter yang kini menjadi trending topic adalah soal Lebaran Kuda. Simak lelucon berikut ini: Lebaran Kuda:
Isu demo 4 Nopember seperti kuda liar, cepat bergerak. Namun, langkah kuda Jokowi naik kuda bersama Prabowo diapresiasi publik. Salah satu tujuan pertemuan di atas kuda itu adalah memastikan agar Demo 4 Nopember tak dijadikan kuda tunggangan para teroris. Jika itu terjadi Polisi dan TNI harus pasang kuda-kuda. Tetapi tampaknya ada ahli strategi kuda hitam pilkada DKI Jakarta yang ikut bicara tentang kuda juga: Lebaran Kuda!
Pertanyaannya, apakah dalam penentuan hari/tanggal Lebaran Kuda antara NU dan Muhammadiyah berbeda?

Lebaran Kuda pertama dilontarkan oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah konperensi pers di Cikeas yang penuh emosi. SBY merasa jengah dituding sebagai dalang yang berdiri di belakang aksi demo 4 Nopember. Ia mengatakan, kalau tuntutan masyarakat tak didengar maka sampai lebaran kuda pun demo akan terus dilakukan. Penggunaan istilah lebaran kuda inilah yang memancing orang menghubungkan dengan pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Sebelum konperensi pers, SBY bertemu Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kalla.

Banyak yang menduga SBY semacam iri tak didatangi Jokowi, atau diundang Prabowo ke Hambalang sembari naik kuda. Sehingga dalam emosinya muncul tiba-tiba istilah lebaran kuda, bukan lebaran monyet atau lebaran kebo. Di Facebook juga berseliweran lelucon tentang dialog Jokowi dan wartawan terkait dengan SBY:                                          Wartawan: “Pak Jokowi kok tidak berkunjung ke Cikeas?”
Jokowi: “Nanti dong kalau lebaran.”
Wartawan: “Lebaran kapan?”
Jokowi: “Lebaran Kuda.”

Seolah tak dapat dibendung lebaran kuda menjadi trending topic menjelang demo 4 Nopember. Para netizen kemudian membuka lelucon lama lalu dikaitkan dengan lebaran kuda. Beberapa di antaranya: Pernyataan Cinta tokoh Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) yang terkenal itu : “Tiga lebaran kuda saya menunggu. Kamu datang pas musim pilkada. Rangga yang kamu lakukan ke saya itu jahat!” Lalu syair lagu dangdut berjudul Bang Toyib: “Tiga puasa tiga lebaran kuda abang ga pulang-pulang.” Juga, ada dialog Timbul dan Delman seputar kuda. Timbul: “Lho, kamu tukang delman kok gendong penumpang. Kudamu mana?”
Delman: “Ikut lebaran, Mas.”

Simak juga lelucon yang agak menjurus SARA eh saru di bawah ini, namun masih seputar lebaran kuda. Seorang Pengantin baru sedang bermain Golf dengan istrinya di dekat Peternakan Kuda. Si istri memukul bola Golf sekuat tenaga sampai bola itu melambung jauh. Akhirnya bola tersebut hilang. Sang suami segera membantu mencari bola golf yang dipukul istrinya. Setelah dicari, Sang Suami melihat ternyata bola golfnya sedang diduduki oleh Kuda Betina. Dengan mesranya Sang Suami berkata sambil mengangkat ekor kuda betina itu: “Sayang, bukankah itu seperti milikmu?”
Segera sang istri memukul kepala suaminya dengan Stick Golfnya, dengan berang berkata: “Loe pikir punya gua selebar itu???”
Sang Suami: “kaga sayang, Lebaran Kuda…..!!!”

Tulisan ini saya akhiri dengan sebuah cuitan di twitter perbandingan tiga presiden yang kita miliki terkait dengan hari besar. “Megawati menetapkan Hari Raya Imlek. Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional. SBY menetapkan Hari Lebaran Kuda.” Untuk yang terakhir ini, beredar juga meme dengan gambar Keluarga Cikeas, dengan tulisan “Selamat Hari Lebaran Kuda, 4 Nopember 2016”

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait