Sabtu, 2 Juli 22

Layanan PPIH Buruk, Calhaj Banyak Kehilangan Kursi Roda

BOGOR – Buruknya layanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikeluhkan warga Baranangsiang, Kota Bogor, Mulia Aryatedja. Kepada mediaonline ini, ia menyampaikan orangtuanya, calon haji, Sunarjatin (74) dengan nomor kelompok terbang (kloter) JKS 23, sejak tiba di Madinah 18 Agustus petang dengan nomor  pesawat SV5411, tidak mendapatkan kursi rodanya.

“Saya kecewa dengan layanan haji. Karena ibu saya, sudah terbilang sepuh dan harus menggunakan alat bantu kursi roda. Tapi, saat tiba di Tanah Susi, kursi roda tidak ada,” tuturnya kepada indeksberita.com, Jumat (2/9/2016).

Dia melanjutkan, keluarganya sudah berupaya menanyakan hal itu ke bandara. Keterangan yang diperoleh, kursi roda orangtuanya tertatahan di bandara.

“Tapi sampai berangkat lagi ke Madinah, kursi roda tersebut tidak ada kabarnya. Pada tanggal 30 Agustus lalu, saya mendapat kabar ada pertemuan dengan petugas PPIH di Mekah. Tapi, saat ditanyakan soal kursi roda, jawabannya malah seperti itu. Pihak PPIH menyampaikan,  diikhlaskan saja. Kalau perlu kursi roda bisa sewa seharga 250 real,” tuturnya.

Mulya menyampaikan, informasi yang diperoleh dari whatsapp haji pintar, dimulai tanggal 26, 27, 30 Agustus ada sekitar 11-12 calhaj yang membawa kursi roda dari Tanah Air hilang.

“Kabar yang saya terima, mereka yang membawa kursi roda tidak menerima kursi rodanya disana. Padahal, kursi roda tersebut sudah dilengkapi dengan stiker nama, kode kloter dan foto. Saya dan keluarga mengkhwatirkan, karena ibu saya sudah sepuh,” tuturnya.

Pada bagian lain, Kepala Daker Airport Jeddah Madinah Nurul Badruttamam memberikan keterangan berbeda. Ia mengatakan, kursi roda jemaah haji yang dibawa dari Tanah Air tidak hilang.

“Asal ada tanda identitas minimal berupa nama lengkap dan kloter. Hal ini untuk mempermudah identifikasi pemilik kursi roda, karena masih banyak kursi roda yang tak bertuan yang tidak diketahui siapa pemiliknya,” kata Nurul.

Menurutnya, kursi roda yang dibawa jemaah dari Tanah Air tidak bisa diambil langsung bersamaan dengan keluarnya jemaah dari bandara. Kursi-kursi itu disimpan di bagasi khusus kursi roda di Bandara Amir Muhammad Bina Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Selanjutnya, para petugas yang diminta mengambil, harus memilih dan memilah untuk memastikan kursi roda itu milik jemaah haji Indonesia.

Tentu bukan hal mudah mengingat jumlah kursi rodanya tidak sedikit. Setiap hari, petugas Daker Airport sedikitnya menemukan dan mengamankan sekitar 10-15 kursi roda milik jamaah haji Indonesia.

“Kursi tersebut bisa diambil oleh petugas kloter, mewakili pemiliknya, di kantor Daker Madinah dengan menghubungi Kasi Linjam Daker Airport,” tuntasnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait