Kamis, 1 Desember 22

Langkah – Langkah Percepatan Ekonomi 2016

Langkah – langkah ke depan yang akan harus diambil adalah mendorong lebih jauh pelaksanaan dari investasi infrastruktur. Supaya berhasil, perlu perbaikan peraturan, deregulasi dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah formula untuk memprediksi upah minimum. Tujuannya agar tahun 2016 bisa diprediksi berapa persen kenaikan gaji buruh dengan memperhitungkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dengan bisa diperkirakan dan dihitung, investor jauh lebih mudah mengambil keputusan. Berbeda jika investor menduga-duga.

Jika kita bisa melakukan hal yang sama, misalnya untuk tarif listrik (kapan dan berapa kenaikan tarifnya), dan sektor lainnya, tentu akan makin memberikan kejelasan dan kepastian kepada investor. Jadi diperlukan cara yang cepat dan menunjukan hasil. Secepat-cepatnya yang dilakukan adalah paket-paket deregulasi yang menyangkut investasi, ekspor dan termasuk didalamnya infrastruktur. Salah satu area yang belum dan harus bisa disentuh untuk deregulasi adalah perizinan di daerah. Mau tidak mau, kita harus bisa masuk ke area itu. Mungkin sedikit lebih ramai, karena pemerintah otonom yang dihadapi, tapi harus dilakukan.

APBN tetap menjadi salah satu sumber untuk mendorong pertumbuhan, disamping investasi. Tahun depan besar kemungkinan pajak belum bisa diharapkan. Dan basis untuk penerimaan pajak tahun 2016 yang ada di APBN sekarang, pertumbuhannya sangat tinggi. APBN 2016 harus agak cepat diamandemen. Kalau bisa dibuat APBNP lebih cepat, itu akan menolong dan risiko menjadi lebih kecil.

Ekspor harus tetap didorong walau sulit, melalui Promosi melalui lembaga yang sifatnya nasional, untuk mendorong ekspor hasil kayu, mebel, mungkin tekstil yang sampai sekarang belum bisa berkembang dengan baik. Ini adalah salah satu langkah yang akan dikembangkan pada 2016.

Sebetulnya ekonomi kita memang belum membaik benar. Neraca perdagangannya mulai defisit lagi, karena kita tidak cukup menghasilkan bahan baku dan barang modal. Sebetulnya ada di tiga kelompok besar bahan baku dan barang modal, yang paling besar di dalam impor kita. Yang pertama kelompok petrokimia. Yang kedua kelompok besi dan baja. Dan yang ketiga kelompok kimia dan farmasi. Oleh karena itu penting, maka harus dikembangkan. Oleh sebab itu, pemerintah memang mencoba mendorong betul perkembangan tiga kelompok industri yang besar ini.

Terakhir, memperkecil ketimpangan ekonomi, Pemerintah akan melakukan disain besar untuk mendorong financial inclusion. Nanti akan dikaitkan dengan sertifikasi tanah rakyat secara besar-besaran. Ada 40% – 60% tanah rakyat kita yang belum disertifikasi. Di sisi lain, kita punya kredit usaha rakyat (KUR) yang akan mencapai Rp 140 triliun dengan bunga 9%. Kita ada dana desa yang nilainya Rp.40 triliun lebih. Upaya ini dalam rangka meningkatkan akses masyarakat ke bank. Karena sekarang ini hampir semua petani kita dalam jual beli hasil dan semua kebutuhannya dengan cash, sehingga dananya tidak pernah mampir di bank. Sekaligus juga kita harus mendorong sistem logitik nasionalnya. Ini akan melahirkan sistem logistik dari pedesaan ke kota.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait