Rabu, 18 Mei 22

Lalai, Jasa Ekspedisi Pengangkut e KTP Bakal Dikenai Sanksi

BOGOR— Tercecernya KTP elektronik di Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor yang waktunya bertepatan dengan pilkada dan jelang pilpres mengundang beragam spekulasi liar di tahun politik ini. Pihak Kementrian Dalam Negeri pun memutuskan memusnahkan dan akan memberikan sanksi kepasa jasa ekspedisi pengangkut e KTP tersebut.

Kelalaian ekspesiai itu yang menyebabkan kardus berisi ribuan e-KTP tercecer di jalan raya, dan menimbulkan spekulasi liar di kalangan masyarakat jelang Pilkada 2018 dan Pilpres. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh du Mapolres Bogor.

“Akan diberikan sanksi kepada jasa ekspedisi pengangkut barang yang ditugaskan untuk memindahkan e-KTP reject atau rusak tersebut,” tukasnya di Mapolres Bogor, Senin (28/5/2018).
Dia menyampaikan, kardus berisi ribuan KTP yng sudaj diikat dan ditutup terpal, ada kemungkinan longgar dan kemudian terjatuh.

“Kita sudah pastikan e-KTP yang tercecer di jalan raya sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan,” sambungnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga akan lakukan pemusnahan dengan cara menggunting bagian sisi atas.

“Setiap e-KTP yang tidak bisa digunakan atau reject akan dimusnahkan dengan cara dipotong pada sisi sebelah kanan,” sebutnya.

KTP tersebut menurutnya disebut rusak dan terjadi kesalahan input data, seperti penulisan nama, alamat, dan tanggal lahir. Selain itu, cip yang berada di dalam KTP tidak terbaca komputer.

“Seperti dalam kasus ini. Ada yang kondisinya baik, padahal cip di dalam KTP ini terjadi kerusakan pada elemen datanya,” tuntasnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menyampaikan, jajaran Polres Bogor sudah melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan objek KTP pada Minggu (28/5) dini hari pukul 01.30 WIB di Gudang Kemendagri Semplak Kemang Kab Bogor. Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Bogor; dengan melakukan pemeriksaan terhadap 17 saksi, termasuk staf Ditjen Dukcapil Kemendagri dan supir kendaraan, olah TKP, pemeriksaan terhadap objek KTP yang tercecer dan pengecekan CCTV, penyidik menyimpulkan, bahwa benar pada 26 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan pemindahan barang – barang inventaris Ditjen Dukcapil Kemendagri termasuk KTP yang reject dan/atau rusak tidak dapt digunakan lagi.

Pemindahan barang Inventaris tersebut ungkap AKBP Dicky dilengkapi juga dengan dokumen surat jalan dan resmi. Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini menambahkan, saat truk yang mengangkut barang melintasi didaerah perempatan Salabenda, barang pindahan berupa KTP  yang tidak dapat dipergunakan tersebut terjatuh secara tidak sengaja

“Ada  dua kardus berisi KTP terjatuh karena penempatannya pada bak truck yang tidak tepat. Pada saat KTP yang tidak terpakai atau rusak tersebut jatuh, supir kemudian turun dan dibantu dengan warga sekitar mengumpulkan KTP yang jatuh dan dimuat kembali ke dalam truk. Pada saat mengumpulkan KTP itulah salah seorang pengguna jalan kemudian mendokumentasikan kejadian tersebut dan meviralkannya,” kata AKBP Dicky.

Usai mengumpulkan KTP yang tercecer, sopir  ekspedisi melanjutkan perjalanan sekitar pukul 13.05 wib dan sampai di gudang  Kemendagri di daerah Semplak Kecamatan Kemang  pada pukul 13.30 wib.
KTP yang tidak dapat dipergunakan tersebut dikumpulkan dari  berbagai daerah yang mengembalikan KTP yang tidak dapat digunakan untuk mendapat penggantian bahan material yang baru.

“Salah satu KTP yang viral adalah berasal  dari Sumatra Selatan. Kebetulan berasal dari satu bundle KTP yang permasalahannya adalah kesalahan input data tanggal lahir,” ujarnya.

Untuk pemusnahan KTP tersebut belum dapat dilaksanakan karena KTP termasuk dokumen atau barang spesifik yang pemusnahannya harus sesuai aturan. “Sampi saat ini aturan /SOP nya belum ada.Intinya, hasil penyelidikan, tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas kejadian tersebut,” tandas AKBP Dicky. (Ok)

Berita Terbaru
Berita Terkait